Polres Majalengka Bagikan 800 Paket Sembako

Rabu, 06 Mei 2020 – 21:42 WIB
Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga. Foto: source for JPNN.com

jpnn.com, MAJALENGKA - Polres Majalengka bersama Kodim 0617/Majalengka membagikan paket sembako untuk masyarakat di Kabupaten Majalengka yang tidak terdata dalam bantuan sosial (bansos) dari pemerintah, Selasa (5/5).

Sebanyak 800 paket sembako yang dibagikan berisi beras, minyak goreng, gula pasir, teh dan mi instan. 

BACA JUGA: THR PNS, TNI, Polri Tanpa Tunjangan Kinerja, Berikut Perincian Komponennya

Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan, bantuan sembako tersebut merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19. 

Menurutnya program yang diberi nama Polisi Peduli Covid-19 ini telah berjalan sejak Minggu kemarin, sesuai perintah Kapolri Jenderal Idham Azis.

BACA JUGA: Jenderal Idham Azis Memang Jempolan, Banyak Jabatan Penting Polri untuk Polwan


Foto: source for JPNN.com

“Dengan harapan melalui program tersebut tidak ada lagi warga masyarakat yang tidak menerima bantuan di tengah pandemi Covid-19,” kata Bismo didampingi Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf. Harry Subarkah, Rabu (6/5). 

BACA JUGA: Yuri Ajak Masyarakat Mewujudkan Agustus Merdeka dari Covid-19

“Setiap hari anggota Polres Majalengka dan polsek jajaran melakukan penyisiran dan mendata warga terdampak Covid-19 yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik pemerintah pusat atau daerah,” tutur Bismo. 

Menurut dia, pembagian paket sembako langsung diserahkan ke warga dengan cara door to door.

“Polres Majalengka serentak membagikan paket sembako tersebut dengan cara mendatangi rumah-rumah warga satu per satu,” paparnya. 

Saat membagikan bantuan sembako, pihaknya sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mentaati kebijakan pemerintah dan maklumat Kapolri.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar rajin cuci cuci tangan, konsumsi makanan bergizi, tetap di rumah, hindari kerumunan dan selalu pakai masker jika terpaksa bepergian,” ucap Bismo. 

“Patuhi sosial distancing dan physical distancing. Yang tak kalah penting tidak mudik tahun ini,” imbuhnya. 

Bismo memahami kerinduan masyarakat untuk merayakan Ramadan atau Idulfitri bersama keluarga.

Namun pihaknya mengajak masyarakat untuk sadar bahwa bertemu keluarga dalam situasi pandemi seperti saat ini rentan menimbulkan penyebaran Covid–19. 

“Semua rindu keluarga artinya kita menyayangi keluarga. Maka kita harus jaga keluarga kita dari potensi tertulari. Jangan mudik dulu, ungkapan rindu bisa melalui media teknologi seperti telepon atau video call,” pungkasnya. (*/adk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler