Pompa Semangat Kader PDIP di Yogyakarta, Hasto: Gerakan Kita Berpihak pada Sejarah yang Benar

Sabtu, 13 Januari 2024 – 14:08 WIB
Sekretaris Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo-Mahfud MD Hasto Kristiyanto dalam acara Konsolidasi Organisasi Internal Partai Terkait Pemenangan Pileg dan Pilpres Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta di Kantor DPD PDIP DIY, Sabtu (13/1). Foto: Source for JPNN.com.

jpnn.com - YOGYAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto memompa semangat para kader PDIP di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjelang Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2024.

Hasto juga turut menyampaikan pesan penting dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada para kader PDIP, termasuk di DIY.

BACA JUGA: Anies Hormati Megawati dan PDIP yang Tolak 3 Periode Jokowi

Berbicara dalam Konsolidasi Organisasi Internal Partai Terkait Pemenangan Pileg dan Pilpres Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Kantor Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan DIY, Sabtu (13/1), Hasto mengingatkan bahwa setiap gerakan PDIP berpihak pada sejarah yang benar.

Menurut Hasto Kristiyanto, perspektif historis sangat penting sebagai pijak bagi PDIP di setiap gerak langkah perjuangan, termasuk dalam kontestasi politik Pileg dan Pilpres 2024.

BACA JUGA: 31 Hari Menuju Pilpres, Hasto Minta Kader PDIP DIY Masif Bergerak Menyosialisasikan Program Ganjar-Mahfud

"Karena sejarah adalah pijakan PDIP dalam melangkah ke depan," katanya dalam agenda yang dihadiri, antara lain, Ketua DPD PDIP DIY Nuryadi beserta jajaran pengurus DPD, DPC, ketua dan sekretaris PAC dan ranting se-DIY, itu.

Oleh karena pentingnya sejarah tersebut, Hasto lalu mengingatkan tentang sebuah pesan Megawati Soekarnoputri, yakni ketika telah berhasil meluruskan sejarah lahirnya Pancasila 1 Juni, maka harus diikuti dengan pelurusan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.

BACA JUGA: Agustiar Sabran: PDIP Sudah Teruji, Tak Gentar & Tetap Solid

"Maka pesan Ibu Megawati setelah kita berhasil meluruskan sejarah terkait Serangan Umum 1 Maret bahwa yang memiliki peran sangat penting bukanlah Pak Harto sebagaimana sejarah yang dibuat masa Orde Baru, tetapi ternyata desainer dari perjuangan Serangan Umum 1 Maret itu ialah Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang menjadi menteri pertahanan," jelas Hasto.

Dari situlah, kata Hasto menambahkan, koneksitas historisnya terlihat sehingga Serangan Umum 1 Maret tersebut ditetapkan sebagai Hari Kedaulatan Negara.

Menurut Hasto pula, yang berperan dalam pelurusan sejarah itu ialah Prof. Mahfud MD yang saat ini menjadi calon wakil presiden pendamping Capres Ganjar Pranowo.

"Pak Ganjar dan Pak Mahfud, dengan demikian memiliki peran yang penting dengan Jogja, karena itu (pada) pilpres (nanti) harus menang 70 persen untuk paslon nomor urut 3," kata sekretaris Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud, itu.

Dengan demikian, lanjut Hasto lagi, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD memiliki koneksitas historis yang sangat kuat.

"Ganjar karena terkait dengan UU Keistimewaan, Prof Mahfud MD memiliki koneksitas historis terkait dengan Hari Kedaulatan Negara yang ditetapkan untuk menghormati Serangan Umum 1 Maret, karena itu lambang kedaulatan kita dalam menghadapi agresi militer dari kolonialisme Belanda," papar Hasto.

Peraih gelar doktor dari Universitas Pertahanan RI ini pun mengingatkan kepada seluruh kader PDIP bahwa aspek historis ini harus memperkuat langkah pemenangan di Pileg dan Pilpres 2024.

"Aspek-aspek historis ini yang seharusnya menjadi pegangan bagi kita, bagi kader-kader banteng PDI Perjuangan untuk terus melakukan suatu perencanaan strategis dan gerakan turun ke bawah dalam memenangkan PDI Perjuangan dan Ganjar- Mahfud MD satu putaran pada 14 Februari yang akan datang," kata Hasto Kristiyanto. (*/boy/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler