Posko Caleg Nasdem yang Dirusak Diduga Kerap Dipakai Pemabuk

Selasa, 18 Desember 2018 – 15:07 WIB
Garis polisi tampak terpasang di posko yang dirusak ST. Foto: dari metropolitan

jpnn.com, BOGOR - Perusakan posko milik caleg DPRD Kota Bogor dapil IV Bogor Barat dari Partai Nasdem, Devie Prihartini Sultani, Minggu (16/12) lalu, sempat membuat heboh.

Pelaku, ST (68) sempat diperiksa kepolisian untuk dimintai keterangan. Namun, ST akhirnya tidak sampai ditahan. Terungkap, dugaan sementara motif pelaku karena marah posko yang tidak jauh dari makam keluarganya itu sering dipakai mabuk-mabukan.

BACA JUGA: Posko Caleg Nasdem Dirusak, Penjaganya Diancam Pakai Golok

“Enggak (ditahan), pelaku memang kena pasal 406 KUHP, ancamannya di bawah lima tahun, jadi enggak ditahan. Pasal merusak atau menghancurkan barang orang lain seluruhnya, atau sebagian,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sonjaya kepada Metropolitan.

Dari keterangan pelaku, tepat di depan posko itu ada makam keluarga atau sesepuh dari pelaku. Lalu, karena menurut pelaku posko tersebut jadi tempat pemuda menenggak minuman keras alias mabuk-mabukan, ST pun mengamuk sehingga merusak posko.

“Katanya di depan pos itu ada makam sesepuhnya, tapi malah dipakai nongkrong, mabuk, kegiatan enggak benar. Jadi ngambek lah, merusak sampai mengancam pakai sajam segala. Ngakunya sebelum itu sudah sering ditegur, tapi tidak nurut. Pelaku pun naik pitam,” ucapnya.

Ditanya soal kemungkinan perusakan dilakukan oleh oknum musuh politik, Agah buru-buru menampik dugaan tersebut.

Sampai saat ini, sambung dia, tidak ada keterkaitan antara perusakan dengan partai politik lain, yang notabene ‘musuh’ dalam merebut hati rakyat Kota Bogor demi kursi di DPRD. “Enggak ada, tidak ada motif dari caleg atau kontestan pemilu lainnya. Pria sepuh itu ngambek karena dekat tanah makam keluarga dipakai enggak benar,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, caleg Nasdem Devie Prihartini mengaku tidak keberatan munculnya dugaan bahwa posko yang didirikan untuk mendulang suara pada pemilu tersebut dipakai untuk mabuk-mabukan.

Namun, dia meminta harus diiringi bukti yang kuat. “Jangan main rusak saja, apalagi ada ancaman dengan golok ke orang-orang saya yang suka jaga posko. Kalau memang benar, ya buktikan, saya enggak keberatan kalau memang ada buktinya,” ujarnya.

Wanita yang juga Wakil Ketua Umum DPP Gerakan Wanita (Garnita) Malahayati Partai Nasdem itu juga mengaku sudah mendapat restu dari pemilik tanah yang lahannya digunakan sebagai posko. “Enggak ada masalah, kalau tidak suka silakan bicara saja,” tegasnya.

Soal tindak lanjut dari laporan yang dibuat ke Polresta Bogor Kota, Devie menuturkan pihaknya belum mendapat perkembangan lebih lanjut. Dia pun mempersilahkan pihak kepolisian untuk mencari tahu kebenaran dan pembuktian sebenarnya dari kasus yang terjadi. Termasuk jika memang keterangan yang didapat polisi dari pelaku terbukti.

“Tinggal tunggu pembuktian saja. Intinya kalau itu terbukti dipakai enggak benar, ya tangkap saja, tentu dengan bukti dulu. Itu yang penting. Kalau tidak terbukti? Ya berarti sesuai jalur hukum dan undang-undang yang berlaku juga,” tuturnya.

Sementara itu, Bawaslu masih menelusuri Perusakan Posko Caleg. Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Eliyas mengatakan, informasi awal memang ada perusakan salah satu posko milik caleg Partai Nasdem. Pihaknya pun masih menelusuri siapa pelaku perusakan

“Informasi awal memang ada perusakan tapi siapa yang membuat kami masih telusuri. Memang informasinya ada ancaman pembacokan kepada saksi, tapi perlu ditelusuri dulu apakan ancaman itu karena masalah pribadi atau ada hubungannya dengan politik. Ini yang perlu diperjelasn,” kata Yustinus. (ryn/fin/d/feb/run)

(Baca: Posko Caleg Nasdem Dirusak, Penjaganya Diancam Pakai Golok)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler