Potensi Haji Non Kuota Masih Ada

Arab Saudi Sesak, Tambahan Kuota Terancam Batal

Senin, 16 Juli 2012 – 08:15 WIB

LAMPUNG - Kementerian Agama (Kemenag) menghadapi dua persoalan menjelang detik-detik menjelang pemberangkatan jamaah haji 1433 H/2012 M. Persoalan pertama terkait potensi keberadaan jamaah haji non kuota yang belum bisa diatasi. Persoalan berikutnya adalah potensi gagalnya permintaan tambahan kuota haji.

Keberadaan haji non kuota ini setiap tahun menjadi semacam hama bagi Kemenag. Sebab keberadaan jamaah haji non kuota sering membuat rusuh di Arab Saudi. Terlebih ketika seluruh jamaah haji terkosentrasi

Usai berkunjung di Ponpes Minhadlul 'Ulum Trimulyo, Lampung kemarin (15/7) Menag Suryadharma Ali menuturkan, keberadaan haji non kuota tahun ini masih menjadi tantangan Kemenag seperti tahun-tahun sebelumyan.

"Kita sedang berupaya mencari cara untuk menghapusnya. Mudah-mudahan musim haji tahun ini tidak ada jamaah haji non kuota," ujar dia.

Sambil mencari solusi terbaik, SDA mengatakan Kemenag saat ini terus sosialisasi supaya masyarakat tidak tergiur iming-iming jamaah non kuota. Dia mengatakan berhaji lewat jalur non kuota sangat beresiko tidak terbang ke tanah suci. "Kalaupun nanti terbang juga, di tanah sauci bisa sengsara," katanya.

Pengalaman tahun lalu, banyak jamaah haji non kuota yang merecoki Kemenag. Mereka tiba-tiba menyerbu perkemahan jamaah haji resmi Indonesia ketika akan menjalankan wukuf di Padang Arafah. Bahkan ada jamaah resmi yang tercecer gara-gara tendanya ditempati jamaah haji non kuota.

Ketika di tanah suci, banyak travel atau biro haji non kuota yang lepas tangan. Dengan seenaknya mereka lantas menitipkan jamaah haji non kuota di tenda jamaah haji resmi. Perlu diketahui, kerajaan Arab Saudi tidak menyediakan tenda atau jaminan apapun terhadap jamaah haji non kuota yang akan wukuf.

Persoalan lain di balik masih suburnya haji non kuota ini adalah mudahnya kedutaan Arab Saudi di Indonesia menerbitkan visa haji. SDA mengatakan, kedutaan Arab Saudi baru menolak permintaan visa haji kepada masyarakat yang sedang dicekal. Baik oleh pemerintah Indonesia maupun oleh Arab Saudi sendiri.

"Selama masyarakat tidak dicekal, visa berkunjung ke Arab Saudi bisa mereka terbitkan," tutur SDA. Untuk itu, dia terus berkoordinasi dengan kedutaan Arab Saudi di Indonesia supaya tidak melayani pembuatan visa haji untuk calon jamaah di luar kuota resmi pemerintah.

Persoalan lain yang sedang dihadapi Kemenag adalah urusan usulan tambahan kuota haji. Ramai dikabarkan jika di Arab Saudi saat ini sedang dilakukan renovasi pemondokan besar-besaran. Sehingga pemondokan di negeri tersebut saat ini menjadi langka.

Dengan alasan ini, kerajaan Arab Saudi bakal lebih sulit memberikan tambahan kuota haji. Pemerintah Arab Saudi tidak mau menanggung akibat dari kepadatan jamaah haji. Sebelumnya pemerintah Indonesia mengusulkan tambahan kuota haji sebesar 30 ribu kursi. Pengalaman tahun lalu, usulan yang dikabulkan hanya 10 ribu kursi.

SDA sendiri hingga kemarin belum bisa memastikan tambahan kuota haji ini bakal dipenuhi atau tidak. "Intinya jika nanti diberi tambahan kuota haji, kita sudah siap," ujar dia.

Kesiapan ini menyangkut pemondokan dan katering. Pemerintah Indonesia berharap kepastian tambahan kuota ini bisa turun bulan puasa ini. Sehingga tidak mengganggu persiapan pemberangkatan. (wan)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Atur Haji Non Kuota


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler