PPP: Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan Cuma Bikin Gaduh

Minggu, 11 Juni 2017 – 19:45 WIB
Arwani Thomafi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP PPP Arwani Thomafi menilai rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberlakukan sekolah 5 hari dalam sepekan hanya akan membuat kegaduhan baru di kalangan dunia pendidikan.

"Kami meminta Mendiknas untuk mengurungkan kebijakan itu. Kebutuhan untuk mereformasi dunia pendidikan kita saat ini bukan merubah jam belajar siswa," ujar Arwani di Jakarta, Minggu (11/6).

BACA JUGA: Pak Muhadjir, Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan Ditolak PPP

Pihaknya berharap supaya pemerintah memastikan semua anak bangsa bisa mengenyam pendidikan di sekolah, kesejahteraan guru terjamin, dan sarana prasarana sekolah tersedia dengan kualitas memadai.

Namun, kebijakan perubahan jam sekolah itu menurutnya jauh dari rasa keadilan, tidak memahami kearifan lokal serta tak menghargai sejarah keberadaan lembaga pendidikan di masyarakat yang sudah berkembang dan berlangsung jauh sebelum kemerdekaan. Antara lain Madrasah Diniyyah.

BACA JUGA: Ketua MPR Dukung Kebijakan Sekolah Lima Hari

"Jika kebijakan ini diberlakukan, maka akan mematikan lembaga pendidikan seperti Madrasah Diniyyah dan lembaga lainnya," tambah Arwani.(fat/jpnn)

BACA JUGA: Federasi Guru Tolak Sekolah Lima Hari, Alasannya…

BACA ARTIKEL LAINNYA... MUI Minta Mendikbud Kaji Ulang Sekolah Lima Hari


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler