Prabowo dan Jokowi Masih Dominan Capres, AHY?

Senin, 04 Desember 2017 – 02:28 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Imam Husein/Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan sampai saat ini hanya dua nama yang mendominasi sebagai calon presiden (capres) 2019, yakni Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

"Dulu setelah pileg 2014, saya juga mengatakan bahwa Jokowi melawan Prabowo. Itulah yang terjadi," kata Fadli di Jakarta, Minggu (3/12).

BACA JUGA: Bang Ara Yakini Elektabilitas Jokowi Tak Akan Tergerus SARA

Karena itu, Fadli memprediksi, untuk 2019 pun masih Jokowi dan Prabowo yang menonjol sebagai capres.

Dia mengatakan, jarak pencalonan presiden sekarang sudah dekat. Tinggal enam hingga tujuh bulan lagi. Sedangkan pelaksanaan pilpres kemungkinan tinggal 15 hingga 16 bulan.

BACA JUGA: Pemuda Bengkulu Minta Jokowi Tunjuk Cak Imin Jadi Pendamping

Nah, Fadli mengakui, saat waktu pendaftaran capres tinggal enam hingga tujuh bulan, dia belum melihat sosok lain yang menjadi capres.

"Nama-nama lain saya lihat mereka adalah portofolio cawapres. Sedangkan capres didominasi dua nama (Prabowo dan Jokowi)," katanya.

BACA JUGA: Ini Bocoran Fadli Zon soal Waktu Pendeklarasian Prabowo

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memang menonjol sebagai cawapres. Kalau untuk capres, kata dia, nama AHY masih belum berada di posisi teratas.

"Tapi kalau cawapres kelihatannya dia menonjol sekali, dan kalau dipasangkan itu malah menjadi alternatif pilihan yang sangat menonjol dari nama-nama yang (jadi capres)," kata Hinca di Jakarta, Minggu (3/12).

Dia mengatakan kalaupun ada nama-nama yang secara mengejutkan muncul seperti Anies Baswedan itu adalah hal wajar. Sebab, Anies baru saja dilantik menjadi gubernur DKI Jakarta.

"Saya kira logis ya kalau Bung Anies muncul yang terekam dalam hasil survei," tegasnya.

Demokrat menganggap masih ada waktu yang cukup sampai sebelum pendaftaran capres dan cawapres. Sampai hari ini, Demokrat belum memutuskan siapa yang akan diusung.

Demokrat juga selalu beringinan meningkatkan elektabilitas. Baik itu elektabilitas partai maupun AHY. Misalnya, saat ini AHY tengah melakukan safari keliling nusantara. Sudah sekitar tujuh hingga delapan provinsi yang dikelilingi.

"Kelihatan terjadi perjumpaan elektabilitas. Demokrat naik, AHY-nya naik. Jadi dua-duanya sama-sama menopang. AHY menopang Demokrat dan Demokrat menopang AHY," papar Hinca.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Catat! PKB tak Ingin Usung Calon karena Momentum


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler