Prabowo: Jangan Sampai Ada Kebocoran-Kebocoran Anggaran

Kamis, 17 Februari 2022 – 22:05 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan bahwa anggaran pertahanan termasuk yang tertinggi. 

Oleh karena itu, Menhan Prabowo menekankan kepada seluruh jajarannya di Kementerian Pertahanan (Kemhan) agar jangan sampai terjadi kebocoran-kebocoran anggaran. 

BACA JUGA: Hasil Survei: Prabowo, Anies dan Ganjar Kalah dari Tokoh ini

Dia meminta jajaran Kemnhan senantiasa melakukan perbaikan agar pertanggungjawaban terhadap penggunaan anggaran dapat disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Pemerintah.

“Jangan sampai ada kebocoran-kebocoran anggaran. Hal ini sebagai bagian dari pertanggungjawaban kita kepada negara," kata Prabowo saat membuka Entry Meeting Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Kemhan RI Tahun 2021 di Gedung Kemhan, Jakarta, Kamis (17/2). 

BACA JUGA: Menhan Prabowo: TNI AD akan Makin Kuat di Bawah Kepemimpinan Jenderal Dudung 

Berdasar hasil yang dicapai tiga tahun ini, Kemhan telah tiga kali berturut-turut memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK. 

Tujuan pemeriksaan atas laporan keuangan tersebut salah satunya ialah memberikan pernyataan opini tentang tingkat kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintah.

BACA JUGA: PSI Kritik Rencana Menhan Prabowo Beli Pesawat Tempur Rafale, Ada Kata Jorjoran

Berkaitan dengan hal tersebut, BPK akan memeriksa masing-masing unit organisasi selama 90 hari. 

Pemeriksaan telah dimulai sejak  31 Januari 2022.

Prabowo meminta satuan kerja di Kemhan senantiasa berkoordinasi dan menyiapkan data dukung dan informasi yang diperlukan tim pemeriksa BPK RI. 

“Guna mewujudkan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan yang transparan serta akuntabel," kata mantan Danjen Kopassus TNI AD, itu.

Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara I Bidang Polhukam BPK Hendra Susanto menyebutkan empat kriteria pemberian opini atas laporan keuangan. 

Empat kriteria itu, yakni sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, efektivitas sistem pengendalian internal, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan Penyerahan Surat Tugas Pemeriksaan LK Kemhan Tahun 2021 dan Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja Keamanan Pertahanan Siber pada Kemhan dan TNI, serta Laporan Hasil Pemeriksaan Pengadaan Barang dan Jasa pada unit organisasi TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara  dari Hendra kepada Prabowo.

Turut hadir dalam acara tersebut ialah Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Wakil Menteri Pertahanan M. Herindra, Sekretaris Jenderal Kemhan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto, Inspektur Jenderal Kemhan Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana serta Inspektur Jenderal TNI Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono.

Acara yang berlangsung secara hybrid itu tersebut juga diikuti secara daring oleh pejabat Eselon I dan II bidang perencanaan dan keuangan jajaran TNI AD, TNI AU, dan TNI AL. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler