Prabowo Menyaksikan dengan Saksama, Jokowi Sampai Mengucap Angka yang Berat Berulang Kali

Rabu, 20 April 2022 – 21:24 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menhan Prabowo Subianto di Pasar Bangkal Baru, Kabupaten Sumenep, Rabu (20/4). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan sudah mengeluarkan perintah kepada jajarannya untuk menyiapkan manajemen lalu lintas untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan parah menuju libur Lebaran 2022.

Jokowi menyampaikan hal tersebut didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

BACA JUGA: Mudik Lebaran 2022, Kapolri Jenderal Listyo Sampaikan Pesan Jokowi

Eks gubernur DKI Jakarta itu menerangkan puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 28 hingga 30 April 2022.

Presiden Joko Widodo menyebut, mudik jalur darat merupakan yang paling berat karena jumlah kendaraannya sangat tinggi.

BACA JUGA: Dokumen Diteken, Erick Thohir Menunduk di Hadapan Prabowo, Jokowi Menyaksikan

"Ada 23 juta mobil yang akan mudik, akan ada 17 juta sepeda motor yang akan mudik. Angka-angka ini bukan angka yang kecil sehingga saya ingatkan sudah tiga kali kami rataskan untuk manajemen lalu lintas, manajemen traffic-nya betul-betul disiapkan," ucap presiden saat memberikan keterangan pers di Pasar Bangkal Baru, Kabupaten Sumenep, Rabu (20/4).

Presiden menyebut pemerintah telah menyiapkan sejumlah pengaturan dan manajemen lalu lintas, salah satunya dengan rekayasa untuk mengurangi kemacetan parah pada puncak arus mudik.

BACA JUGA: Prabowo dan Erick Teken Kesepakatan, Pak Jokowi Menyaksikan

"Yang sudah disiapkan adalah pengaturan ganjil genap, pengaturan untuk satu arah, dan juga untuk sementara truk dikeluarkan dari jalan tol maupun jalan nasional," jelas Presiden.

Meskipun demikian, Kepala Negara memandang rekayasa lalu lintas belum menjamin berkurangnya kemacetan pada puncak arus mudik.

Oleh karena itu, eks gubernur DKI Jakarta itu kembali mengingatkan masyarakat untuk dapat melakukan perjalanan mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan parah.

"Saya mengajak masyarakat untuk mudik, yang memakai mobil lebih awal, daripada nanti macet. Lebih awal mudiknya, yang lewat darat dan pakai mobil. Karena betul-betul angka 23 juta itu bukan angka kecil. 23 juta mobil, 17 juta sepeda motor bukan angka kecil," ujar Kepala Negara. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fahri Hamzah Sebut Indonesia Berutang ke Palestina, Singgung Nama Prabowo dan Jokowi


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler