Prahara Keperawanan di Malam Pertama

Rabu, 13 Juni 2018 – 16:42 WIB
Prahara Keperawanan di Malam Pertama. Ilustrasi Fajar Krisna/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Donwori banyak menuntut setelah berhasil memiliki Karin secara sah.

Padahal dulu waktu pacaran, Donwori termasuk pria yang penurut dan tak neko-neko.

BACA JUGA: Jaran Goyang Mantan Bikin Istri Agresif saat Malam Tiba

Lelaki berusia 26 tahun itu menuding, wanita yang dia sangat sayangi sudah kehilangan mahkota saat malam pertama.

Alasan itu pula yang dijadikan senjata Donwori untuk mengatur Karin.

BACA JUGA: Terpuaskan Hasrat Belanja dan Biologis Sama Bos

=================================
Ismaul Choiriyah - Radar Surabaya
=================================

Hubungan pernikahan Karin, 25, dan Donwori masih terbilang seumur jagung. Baru tiga bulan.

BACA JUGA: Video Call tanpa Busana dengan Mantan

Sayangnya, di saat harusnya masih manis-manisnya merajut kasih, Karin dan Donwori memilih untuk berpisah.

"Sikap aslinya keluar saat setelah menikah. Sayangnya bukan hal yang baik, justru sebaliknya," keluh Karin saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Jumat (8/6).

Karin menceritakan, setelah menikah, suaminya ternyata banyak menuntut.

Mulai dengan meminta Karin untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga biasa, hingga hal-hal sepele lainnya.

Padahal Karin sudah susah payah membangun karier sejak sebelum menikah.

"Dia bilang, kodrat istri ya di rumah saja. Nggak boleh ke mana-mana. Di rumah, ngurus suami dan rumah tangga. Dan dia mutusin itu sepihak. Nggak ngajak diskusi dulu," imbuhnya dengan muka super cemberut.

Yang paling tak ia terima adalah sikap kasar Donwori.

Karin yang selama pacaran diperlakukan Donwori bak putri dari Negeri Dongeng, seperti kristal yang saban waktu dielus-elus dengan kain halus, disayang-sayang dengan ucapan-ucapan manis, tiba-tiba berubah 180 derajat setelah menikah.

Karin tak menemukan sikap manis Donwori lagi. Bahkan ketika marah, Donwori sering nyiyirin istri sendiri.

"Aku pacaran dua tahun dan dia tak pernah marah. Sama sekali nggak pernah marah. Berkata kasar saja tidak pernah. Tapi pas nikah, kalau aku salah dikit nyinyirnya sampai menyakitkan hati," jelas wanita berhijab ini, sedih.

Berkali-kali Karin berusaha menahan untuk tidak protes dan sakit hati diperlakukan kasar oleh Donwori.

Tapi, kesabarannya jebol juga setelah dituduh tak perawan lagi oleh suaminya.

Soal keperawanan, ternyata menjadi biang keladi perbahan drastis sikap Donwori.

Rupanya laki-laki 26 tahun itu menganggap Karin sudah tak gadis lagi ketika dinikahinya.

"Padahal, sumpah aku gak pernah aneh-aneh selama gadis. Tapi dia gak percaya," pungkas warga Kaliasin ini.

(jpnn/opi/sb/is/jek/JPR)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Insiden Desahan Istri dari Dalam Kamar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Donwori  

Terpopuler