Prasarana Pendukung PON XX Ditargetkan Selesai Akhir Juli

Selasa, 13 Juli 2021 – 16:34 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Mochammad Basuki Hadimoeljono. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan prasarana Pekan Olahraga Nasional (PON) XX selesai pada akhir Juli 2021 mendatang.

Tiga hal yang dipersiapkan yaitu arena pertandingan, akomodasi bagi atlet dan ofisial serta penataan kawasan di sekitar arena pertandingan.

“Saya menyiapkan beberapa venue untuk PON, beberapa cabang olahraga PON, kemudian prasarana pendukungnya terutama untuk akomodasi, dan yang ketiga penataan kawasan di sekitar venue tersebut. Venue ada sebagian dikerjakan oleh Pemprov Papua seperti Papua Bangkit, itu geloranya, itu yang utamanya sebagai tempat untuk pembukaan dan penutupan. Ini sudah selesai dikerjakan dan dibiayai oleh APBD Pemprov Papua,” ucap Basuki dalam keterangan pers virtual selepas rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Selasa (13/7).

Dalam persiapan prasarana, Kementerian PUPR mengerjakan delapan arena pertandingan dengan lima di antaranya telah rampung 100 persen, yaitu arena pertandingan akuatik dengan standar internasional, istora untuk beberapa cabang olahraga, lapangan kriket, lapangan hoki baik di dalam maupun luar ruangan, dan jalur olahraga bermotor di Merauke.

Beberapa tempat lainnya masih dalam tahap pengerjaan dan diharapkan selesai pada akhir Juli.

“Beberapa venue yang sedang dalam pelaksanaan dan diharapkan selesai pada akhir Juli karena progresnya rata-rata sudah 95 persen, yaitu arena sepatu roda, panahan, dan venue dayung di Teluk Youtefa. Ini sudah mencapai 95,85 persen dan akan selesai pada akhir Juli ini, sehingga pasti sudah selesai semuanya venue yang ditugaskan kepada Kementerian PUPR untuk dapat dimanfaatkan pada PON Oktober nanti,” lanjutnya.

Akomodasi selama pelaksanaan PON 2021 juga menjadi perhatian pemerintah. Berkaitan dengan hal ini, Basuki mengatakan pemerintah telah membangun 15 tower dengan kapasitas 2.500 tempat tidur sebagai tambahan pendukung akomodasi bagi atlet dan ofisial.

Arahan dari Presiden Jokowi, lanjut dia, pembangunan fasilitas harus mempertimbangkan aspek kebermanfaatan sehingga dapat digunakan setelah PON XX usai.

“Untuk itulah nanti rusun-rusun ini kami sudah bangun dengan mempertimbangkan pemanfaatan paska PON. Rusun ini kami bangun satu untuk kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah nanti, sehingga itu nanti dikelola oleh Pemkab atau Pemkot,” tambahnya.

Selain itu, Kementerian PUPR juga membangun rusun di kawasan gereja dan universitas yang nantinya diharapkan rusun ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa. Pembangunan rusun juga dilakukan di kawasan markas Brimob, Koya Koso dan tanah Polda, Sentani.

“Kemudian kami juga membangun rusun di kawasan markas Brimob di Koya Koso dan juga rumah susun di tanah Polda di Sentani. Ini harapannya semua nanti setelah PON bisa dimanfaatkan. Kemudian juga rumah susun untuk ASN, baik ASN di kabupaten sendiri seperti Kabupaten Merauke maupun ASN PU yang kami mempunyai balai-balai, yaitu ASN di Jayapura dan ASN di Merauke,” imbuhnya.

Kementerian PUPR juga melakukan penataan kawasan di Kawasan Olahraga Kampung Harapan dan Doyo Baru. Selain untuk persiapan PON XX, langkah ini diambil sebagai upaya perbaikan yang dapat berdampak pada pengembangan wilayah di Jayapura dan empat klaster lainnya.

“Ini juga sudah selesai. Tidak hanya melalui landscaping, tetapi juga pengendalian banjirnya. Seperti pengalaman hujan 2019, ini terjadi banjir masuk pada kawasan venue dan ini sudah kami bangun drainasenya," jelas dia.

Begitu juga penataan kawasan olahraga di Doyo Baru. Menurut Basuki tempat itu juga dilakukan perbaikan kawasan sehingga pelaksanaan PON ini mempunyai dampak pada pengembangan wilayah di Jayapura dan empat klaster lainnya.(tan/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA JUGA: Menpora Tegaskan Prasarana PON XX Papua Hampir Rampung


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler