Prediksi Masa Depan Basket Indonesia dari Kacamata Marques Bolden

Selasa, 19 Juli 2022 – 14:22 WIB
Pebasket Indonesia Marques Terrell Bolden saat berlaga di FIBA Asia Cup 2022. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kegagalan Timnas basket Indonesia melaju ke putaran final FIBA World Cup 2023 tidak begitu disesali oleh pemain naturalisasi, Marques Bolden.

Pemain asal tim NBA G-League Salt Lake City Stars itu melihat masa depan basket Indonesia masih cerah.

BACA JUGA: Bukan Momota atau Axelsen, Ini Pemain yang Selalu Mempermalukan Ginting

Dengan progres yang ditunjukkan seusai meraih emas SEA Games 2021 hingga tampil lumayan apik di FIBA Asia Cup 2022, tidak menutup kemungkinan Indonesia menjadi salah satu tim kuat di kawasan Asia-Pasific.

"Kami memang mengalami kekalahan di laga melawan China, tetapi saya melihat secercah harapan bahwa basket Indonesia bisa lebih berkembang," ungkap pemain kelahiran 17 April 1998 itu saat ditemui JPNN.com.

BACA JUGA: 12 Wakil Indonesia Mundur dari Taipei Open 2022, Termasuk Apriyani/Fadia dan Leo/Daniel

Timnas basket Indonesia harus mengubur impiannya tampil di FIBA World Cup 2023 yang tahun depan diselenggarakan di Jakarta, Okinawa, dan Manila.

Hasil itu didapat seusai anak asuh Milos Pejic kalah telak 58-108 dari China di babak playoff FIBA Asia Cup 2022

Dengan begitu, Indonesia harus puas menjadi penonton dan sebatas penyelenggara turnamen saja.

Namun, Indonesia masih punya beberapa agenda penting lainnya, seperti SEA Games 2023, Asian Games 2023, hingga Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025 mendatang.

Dengan bermaterikan skuad muda potensial, seperti Derrick Michael hingga Marques Bolden, bukan tidak mungkin Indonesia menjelma sebagai kekuatan baru basket Asia atau, bahkan dunia.

"Dengan potensi yang kami miliki, saya tidak sabar melihat perkembangan skuad ini di masa depan. Saya senang kami mendapatkan pengalaman berharga di ajang ini (FIBA Asia Cup 2022, red)."

"Walaupun kami kalah, yang penting kami sudah berusaha maksimal," pungkas pemain bertinggi badan 208 cm itu.(mcr16/jpnn)


Redaktur : Dhiya Muhammad El-Labib
Reporter : Muhammad Naufal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler