Presiden Bantah Pernyataan Surya Paloh, tetapi Buka Kemungkinan Reshuffle

Senin, 15 Mei 2023 – 20:32 WIB
Presiden RI Joko Widodo menanam pohon mangrove pada acara Puncak Penanaman Mangrove Nasional di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta, Senin (15/5/2023). ANTARA/Desca Lidya Natalia.

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Joko Widodo angkat bicara menanggapi pernyataan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh.

Dia membantah pernyataan Surya yang sebelumnya menyebut hubungan keduanya berada di titik terendah.

BACA JUGA: Kawal Kegiatan Presiden dan Wapres, TNI AL Mengerahkan 4 KRI di Perairan Jakarta Utara

Meski demikian, presiden membuka kemungkinan akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

"Biasa saja. Saya biasa saja," ujar Presiden Jokowi seusai menanam mangrove dalam acara Puncak Penanaman Mangrove Nasional di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta, Senin (15/5).

BACA JUGA: Putu Rudana Minta Presiden Jokowi Beri Dukungan kepada Kontingen Garuda di Lebanon

Presiden Jokowi juga merespons rencana Surya Paloh untuk menemui dirinya.

Presiden memastikan belum ada rencana bertemu dengan Surya Paloh.

BACA JUGA: Soal Capres Hasil Musra, Begini Isyarat dari Jokowi

Selanjutnya Presiden Jokowi menjawab kemungkinan adanya reshuffle menteri-menteri asal Partai NasDem di kabinet.

"Ya, bisa saja," jawab Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Surya Paloh mengungkap hubungannya dengan Presiden Jokowi tak baik-baik saja.

Hal itu disampaikan menyusul tak diundangnya Surya Paloh oleh Presiden Jokowi dalam pertemuan para ketua umum di Istana Kepresidenan Jakarta pada tanggal 2 Mei 2023.

Presiden Jokowi mengatakan tidak mengundang Partai NasDem karena partai itu saat ini sudah memiliki gabungan koalisi sendiri untuk Pemilu 2024 yang berbeda dengan parpol-parpol yang kemarin hadir.

"NasDem itu, ya, saya harus bicara apa adanya, 'kan sudah memiliki koalisi sendiri dan ini gabungan partai yang kemarin berkumpul itu kan juga ingin membangun kerja sama politik yang lain," ucap presiden pada 4 Mei 2023.

Jokowi merujuk kepada Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang dideklarasikan oleh NasDem, PKS, bersama Partai Demokrat pada 25 Maret 2023.

Atas pertimbangan tersebut Jokowi tidak mengundang Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dalam pertemuan tersebut demi memberi kesempatan petinggi parpol yang hadir membicarakan strategi besar lebih terbuka.

"Mestinya ini (parpol yang berkumpul) kan memiliki strategi besarnya apa. Ya, masa yang di sini tahu strateginya, kan mestinya enggak seperti itu," katanya.

Presiden Jokowi sebelumnya mengundang jajaran petinggi parpol koalisi melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Selasa (2/5).

Hadir dalam pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Plt. Ketua Umum PPP Mardiono, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Target Emas SEA Games 2023 Tercapai, Menpora Dito: Berkat Motivasi Presiden Jokowi


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler