Cegah Penyebaran Corona, Presiden Jokowi Gelar Rapat Kabinet Secara Daring

Senin, 16 Maret 2020 – 14:15 WIB
Presiden Jokowi juga menjalani pemeriksaan kesehatan, terkait merebaknya wabah virus corona jenis baru, COVID-19. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menggelar rapat kabinet secara daring yang diikuti oleh 41 anggota Kabinet Indonesia Maju. Rapat membahas percepatan penanganan COVID-19 dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah upaya menekan serta mencegah persebaran wabah virus tersebut.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Jakarta, Senin, membagikan tangkapan layar suasana rapat dalam akun sosial medianya.

BACA JUGA: Corona Mewabah, Bagaimana Nasib Pilkada Serentak 2020?

“Rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden @jokowi dan Wapres @kyai_marufamin dan diikuti 41 anggota kabinet membahas percepatan ekonomi menghadapi tekanan virus Corona #kabinetindonesiamaju #tetapbekerja #hadapicorona,” tulis Pramono.

Jubir Presiden bidang Sosial Angkie Yudistia mengatakan rapat yang dipimpin Jokowi itu menggunakan fasilitas video conference.

BACA JUGA: Kritik Pedas Anak Buah AHY Terkait Penanganan Virus Corona

Agenda utama adalah membahas percepatan penanganan COVID-19 dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah upaya menekan serta mencegah persebaran virus SARS-CoV-2.

Hal ini dilakukan, kata Angkie, sebagai respons atas imbauan Presiden yang meminta pejabat pemerintahan dan warga untuk mengurangi aktivitas di luar jika tidak dalam keadaan mendesak.

BACA JUGA: Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Tes Virus Corona di Australia?

”Kegiatan bisa dilakukan di rumah atau tempat yang tidak ramai kerumunan, dapat dimaksimalkan dengan menggunakan gawai yang terkoneksi dengan jaringan internet untuk terhubung dengan dunia luar,” kata Angkie.

Para menteri juga akan menjalankan skema komunikasi daring dengan seluruh jajaran di lingkungan kementerian untuk mengurangi potensi mewabahnya pandemi COVID-19.

“Ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam penanganan COVID-19 yang merupakan bencana nasional sehingga penanganannya perlu dimulai dari aktifitas pencegahan sedini mungkin,” katanya.

Mulai Senin pagi (16/3), arus orang masuk ke Istana Kepresidenan juga diperketat dengan dipasangnya alat baru bernama “Disinfection Chamber” yang berfungsi untuk mensterilkan siapapun yang akan masuk ke Kompleks Istana Kepresidenan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fajar W Hermawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler