Presiden Jokowi Panggil Seluruh Menterinya ke Istana, Ada Kata Tolong

Senin, 09 Mei 2022 – 19:29 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan seluruh menteri dan pimpinan lembaga negara dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (9/5). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan seluruh menteri dan pimpinan lembaga negara dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (9/5).

Dalam pertemuan di Istana Negara, Jokowi menyampaikan sejumlah arahan, antara lain mencakup penanganan pandemi Covid-19 dan gejolak ekonomi global.

BACA JUGA: Presiden Jokowi akan Bertolak ke AS, Apa Agendanya?

"Saya ingin kita semuanya tetap konsentrasi pada masalah yang berkaitan dengan pandemi dan juga yang berkaitan dengan gejolak ekonomi global yang sampai saat ini belum berhenti, belum selesai, dan itu menimbulkan ketidakpastian pada ekonomi semua negara," ujar presiden.

Arahan pertama terkait penanganan pandemi Covid-19, Kepala Negara memastikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih terus diterapkan meskipun kasus aktif harian di Indonesia sudah menurun.

BACA JUGA: Lepas Kontingen Indonesia ke SEA Games 2021, Jokowi Beri Pesan Penting

"Jadi, tolong setelah ini, disampaikan PPKM tetap berlanjut sampai betul-betul kita yakin bahwa Covid ini seratus persen bisa kita kendalikan," ungkap presiden.

Arahan kedua, terkait manajemen arus mudik dan arus balik Lebaran.

BACA JUGA: Bersilaturahmi ke Kediaman Megawati, Jokowi Malah Melakukan Ini

Presiden Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran kementerian, Polri, dan TNI yang telah bekerja sama dengan baik sehingga arus mudik dan arus balik dapat berjalan dengan lancar.

Arahan ketiga yang berkaitan dengan kewaspadaan terhadap gejolak ekonomi global akibat perang Ukraina dan kebijakan moneter Amerika Serikat.

Presiden meminta jajarannya agar pengelolaan ekonomi makro dan mikro diikuti secara detail, utamanya yang berkaitan dengan pangan dan energi.

"Saya sudah minta kemarin pada Pak Seskab agar setiap minggu seperti kita lakukan rapat terbatas mengenai PPKM ini juga sama urusan pangan, urusan energi harus juga dilakukan mingguan. Karena betapa pentingnya pengelolaan dua hal ini bagi stabilisasi, stabilitas ekonomi kita, utamanya stabilitas harga dan barang-barang pokok rakyat," ucap presiden.

Arahan keempat, eks gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan pentingnya kepekaan tinggi terkait krisis yang ada di Indonesia, mulai dari musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan, hingga penyakit kuku dan mulut yang menyerang hewan ternak di tanah air.

Presiden meminta Menteri Pertanian untuk melakukan karantina dan menerapkan sistem zonasi lockdown agar pergerakan ternak dapat dicegah dengan baik.

"Saya juga minta Kapolri betul-betul menjaga ini di lapangan mengenai pergerakan ternak dari daerah-daerah yang sudah dinyatakan ada penyakit mulut dan kuku. Bentuk satgas sehingga jelas siapa nanti yang bertanggung jawab," tegas presiden.

Arahan kelima, mantan wali kota Solo itu juga mengingatkan pentingnya percepatan realisasi belanja APBN, APBD, dan BUMN yang berdampak kepada ekonomi rakyat.

Terakhir, presiden neminta para jajarannya untuk tetap fokus bekerja pada tugas masing-masing meskipun tahapan Pemilu 2024 sudah akan dimulai pada pertengahan tahun ini.

"Agar agenda-agenda strategis nasional yang menjadi prioritas kita bersama betul-betul bisa kita pastikan terselenggara dengan baik, pemilu terselenggara dengan baik, lancar dan tanpa gangguan," tandasnya. (tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... 4 Nama Diusulkan ke Jokowi sebagai Pj Gubernur Papua Barat, Ada yang Dianggap Gugur


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler