Presiden Jokowi Sebut Situasi di Myanmar Tak Bisa Diterima, Desak Junta Militer Lakukan Ini

Sabtu, 24 April 2021 – 20:03 WIB
Presiden Jokowi mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-37 ASEAN yang digelar secara virtual, Kamis (12/11). Biro Pers Sekretariat Presiden

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengikuti jalannya ASEAN Leaders' Meeting (ALM) yang digelar di gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, Sabtu (24/4).

Dalam acara itu, pemimpin negara di Asia Tenggara hadir. Pada kesempatan itu pula, pria yang akrab disapa Jokowi itu menyampaikan harapannya soal konflik yang terjadi di Myanmar.

BACA JUGA: Sukamta: ASEAN Bertanggung Jawab Menghentikan Kekerasan di Myanmar

Usai rapat tersebut, pria yang akrab disapa Jokowi itu mengaku menyampaikan sejumlah hal mengenai Myanmar dalam forum.

"Perkembangan situasi di Myanmar sesuatu yang tidak dapat diterima dan tidak boleh terus berlangsung. Kekerasan harus dihentikan. Demokrasi, stabilitas, dan perdamaian di Myanmar harus segera dikembalikan," kata Jokowi. 

BACA JUGA: Panglima Militer Myanmar Tiba di Indonesia, Lihat Tuh Gayanya

Jokowi menambahkan kepentingan rakyat Myanmar harus selalu menjadi prioritas.

Dalam pertemuan itu, hadir juga Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing. Jokowi menyampaikan pentingnya pemimpin militer Myanmar untuk memberikan komitmen untuk menghentikan kekerasan yang menggunakan senjata.

BACA JUGA: Begini Suasana Pertemuan Para Pemimpin Negara Saat Membahas Isu Myanmar

Di saat yang sama, kata Jokowi, semua pihak yang berkepentingan di Myanmar harus menahan diri sehingga ketegangan dapat diredakan.

Selain itu, Jokowi juga mendorong junta militer yang berkuasa di Myanmar mengedepankan proses dialog yang inklusif. Selain itu, Jokowi mengharapkan pihak-pihak yang ditahan selama konflik terjadi agar dibebaskan.

"Tahanan politik harus segera dilepaskan dan perlu dibentuk Special Envoy ASEAN, yaitu sekjen dan ketua ASEAN untuk mendorong dialog dengan semua pihak di Myanmar," jelas dia.

Kemudian, Jokowi juga meminta pembukaan akses bantuan kemanusiaan yang dikoordinasi sekjen ASEAN bersama The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre).

Jokowi memastikan Indonesia berkomitmen untuk mengawal terus komitmen di atas agar krisis di Myanmar dapat diatasi.

"Kami bersyukur bahwa apa yang disampaikan indonesia ternyata sejalan dengan apa yang disampaikan para pemimpin ASEAN, sehingga dapat dikatakan para pemimpin ASEAN telah mencapai konsensus," kata dia  (tan/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler