Presidium Alumni 212: Pemerintah Tak Ramah pada Umat Islam

Sabtu, 02 Desember 2017 – 14:49 WIB
Tampak ribuan massa Aksi reuni Alumni 212 sudah berkumpul di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12) sejak subuh. Foto: Elfany Kurniawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan, pemerintah tidak bersikap ramah kepada umat Islam dalam tiga tahun terakhir.

“Kami rasakan semakin lama semakin menggigit. Bahkan ada yang merasa ‎pemerintah ada indikasi menghendaki Islamphobia," ujar Slamet di hadapan peserta Reuni Alumni 212 di Monas, Jakarta, Sabtu (2/12).

BACA JUGA: Alumni 212 Angkat Habib Rizieq Imam Besar Umat Indonesia

Slamet juga menyebut pemerintah tak bersikap adil terkait ujaran kebencian di media sosial.

"K‎etika ujaran kebencian oleh orang-orang yang pro-penista agama terlihat begitu leluasa. Begitu terlihat dilindungi. Sementara jika berkenaan dengan yang berseberangan dengan kekuasaan begitu sigap mengejar, menangkap, dan melakukan proses hukum secara cepat," kata Slamet.

BACA JUGA: Ketum FPI: Habib Rizieq Rindu Pulang ke Indonesia

Dia mencontohkan kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Ketua Fraksi Nasdem Viktor Laiskodat di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu.

Menurut Slamet, kasus tersebut tidak ditangani dengan baik.‎

BACA JUGA: Hadir di Tengah Aksi, Buni Yani Dikawal Seperti Pejabat

Hal berbeda terjadi pada Buni Yani yang mengunggah video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tentang Al-Maidah.

"Kasus Viktor Laiskodat yang pidatonya menunjukan sikap Islamphobia, bahkan mengancam pembunuhan di mana-mana tetap hidup nyaman dan dilindungi oleh kekuasan. Sementara seseorang yang berjasa menyadarkan terjadinya adanya penistaan Islam dijatuhi hukuman pidana satu tahun enam bulan. Itulah Pak Buni Yani," kata Slamet. (mg1/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mungkinkah Habib Rizieq Ikut Reuni Alumni 212?


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler