Pria PDP Corona Ini Kabur dari RS, Ternyata ke Rumah Istri Muda

Rabu, 06 Mei 2020 – 05:46 WIB
Petugas menjemput M, suami dari P, pasien positif RSUD Dr Soetomo. Foto: Dok Humas

jpnn.com, PASURUAN - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Jatim akhirnya berhasil mengungkap keberadaan M (49) yang diduga PDP.

Pria itu adalah suami siri dari pasien Covid-19 berinisial P yang juga karyawan RSUD DR Soetomo. M sempat dikabarkan kabur, pada Sabtu, 2 April 2020 lalu.

BACA JUGA: Pria Penderita HIV AIDS Masuk Daftar PDP Corona, Ini Gejala Awalnya

Dia ditemukan petugas tim medis di salah satu rumah istri mudanya di Dusun Ngering, Desa Legok, Kecamatan Gempol, baru-baru ini.

Camat Beji, Taufiqul Ghoni membenarkan hal tersebut. Menurutnya, M berhasil ditemukan oleh tim surveillance yang beranggotakan Gugus Tugas Kecamatan Beji, Puskesmas Beji dan Satgas Desa Kedungringin di wilayah Dusun Ngering, Desa Legok, Kecamatan Gempol.

BACA JUGA: PDP Corona Kabur Lewat Jendela Lantai Tiga Rumah Sakit

"Setelah negosiasi, akhirnya M mau dibawa untuk dikembalikan ke rumahnya sendiri di Dusun Gersikan, Desa Kedungringin, Beji. Sekitar pukul 10.00 malam," kata Ghoni di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Menurutnya, sebelum penjemputan, petugas terlebih dulu melakukan pendataan dan pencarian informasi dari pihak keluarga M.

BACA JUGA: Nekat Kabur dari Ruang Isolasi, Pasien Positif COVID-19 Ini Sembunyi di Sini

Beruntung, salah satu keluarganya memberitahukan keberadaan M, setelah ponsel yang bersangkutan dalam kondisi on (menyala).

Setelah mendapatkan dan memastikan keberadaanya, Ghoni menegaskan, tim langsung berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Gempol dan Pemdes Legok.

Melalui pendekatan humanis serta pemahaman, akhirnya M bersedia untuk dipulangkan kembali ke rumahnya dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Petugas memakai APD (alat pelindung diri) serta ambulan. Dan sekarang sudah di rumahnya untuk melakukan isolasi diri," katanya, dikutip dari laman www.pasuruankkab.go.id.

Ghoni mengatakan, warga Dusun Gersikan sangat mendukung langkah M untuk kembali ke rumahnya dan melakukan isolasi mandiri.

"Warga Gersikan sangat mendukung upaya M untuk melaksanakan isolasi mandiri dan mengikuti protocol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah," katanya.

Sementara, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan petugas telah melakukan rapid tes pada M.

Namun, hasilnya masih samar. Artinya, tidak terlihat secara pasti negatif atau positif sehingga dalam tujuh hari ke depan akan kembali dilakukan rapid test.

"Untuk sementara hasilnya belum terlihat. Dengan begitu, kami menyarankan M untuk tetap isolasi mandiri di rumahnya sambil menunggu rapid kedua dalam 7 hari ke depan," katanya.

Selain M, petugas juga melakukan rapid tes pada 10 orang yang melakukan kontak erat dengan P, istri siri M selama di Beji.

Termasuk pada tiga petugas kesehatan dari Puskesmas Beji, dan hasilnya negatif rapid. "Semuanya negatif rapid, kecuali M yang masih samar-samar," katanya. (ngopibareng)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler