Pria Terduga Teroris di Indramayu Meninggal Dunia

Senin, 12 Februari 2018 – 11:18 WIB
Mayat. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, INDRAMAYU - Pria terduga teroris berinisial MJ, yang ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Mabes Polri di Indramayu beberapa hari lalu dikabarkan meregang nyawa.

Informasi meninggalnya MJ sudah tersebar sejak siang Minggu hingga tadi malam. Tapi, tidak satu pun yang mau memberikan keterangan, terutama soal penyebab kematiannya.

BACA JUGA: Diduga Teroris, Pedagang Es Dibekuk Densus

Rumah MJ di Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, tampak sepi. Tidak ada aktivitas di dalam rumah itu. Hanya ada gerobak-gerobak memenuhi bagian depan rumah.

Tidak terpasang bendera kuning sebagai penanda ada yang meninggal dunia. Juga tidak nampak aktivitas doa bersama atau tahlilan. Warga tampak hati-hati memberikan data soal MJ. Tak ada yang berani blak-blakan.

BACA JUGA: Densus Bekuk Tiga Terduga Teroris Perakit Bom Gladak

Ketua RT 10 RW 03 Desa Mekarjati, Tarwadi, juga enggan memberikan pernyataan. Mengingat kondisi di desa masih belum kondusif.

“Ini kondisinya masih bergejolak. Kalau ada orang baru yang mau nanya-nanya saya gak bisa jawab. Takut terjadi gesekan antarwarga,” katanya saat dijumpai Radar (Jawa Pos Group) di Desa Mekarjati, Minggu malam (11/2).

BACA JUGA: Terduga Teroris Mambulu Selatan Ternyata Jaringan JAD

Terpisah, Kuwu Mekarjati, Aming saat dihubungi Radar Cirebon juga tidak mengetahui adanya informasi meninggalnya MJ. Dia hanya mengetahui kabar bahwa MJ ditangkap polisi beberapa waktu lalu. Dikatakan Aming, MJ bersama istrinya memang tinggal di desanya, tepatnya di RT 10 Blok Babakan Jati 3.

Menurut Kuwu Aming, MJ dan istrinya berstatus perantauan. “Dia dan istrinya tinggal di rumah kontrakan di Blok Babakan Jati 3 kurang lebih sepuluh tahun. Ya informasinya sih mereka ini pedagang," kata Aming.

Aming mengaku tidak mengetahui persis aktivitas lainnya dari MJ. Termasuk perilaku sehari-hari pria tersebut. “Ya setelah tahu ditangkap Densus 88, kaget juga. Kami akan melakukan pengawasan lebih ketat lagi. Terutama bagi warga perantauan,” tandas Aming.

Data terbaru yang diterima Radar, jenazah MJ diserahkan ke pihak keluarga di Kapuran, Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Sabtu (10/2). Jenazah tiba sekitar pukul 05.40 dan dimakamkan sekitar pukul 06.00.

Seperti diberitakan, pria berusia 31 tahun itu disergap Tim Densus Anti Teror 88 Mabes Polri saat berada di sebuah warung es kelapa muda di Jl Raya Patrol-Haurgeulis, Rabu (8/2). MJ diintai saat sedang mengendarai sepeda motor. Dia kemudian disergap saat berada di warung es kelapa.

Saat itu, Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin SIK MH MAP mengatakan MJ diamankan karena terlibat aksi teror di Makassar, Sulawesi Selatan, pada malam tahun baru kemarin. Hanya saja, Arif tidak bisa memberikan keterangan secara detail soal keterkaitan MJ dengan aksi teror di sejumlah tempat di tanah air. “Semua ditangani Densus 88,” terang Arif.

Penangkapan MJ sempat mengejutkan. Apalagi ternyata dia diketahui menetap di Desa Mekarjati. Desa Mekarjati ini pernah didatangi Densus 88 Polri setelah terjadi aksi bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 14 Januari 2016.

Ketika itu polisi meringkus pria berinisial AH yang juga tercatat sebagai warga Mekarjati. Dalam prosesnya, AH akhirnya menjalani persidangan dan kini mendekam di Lapas Cipinang Jakarta. MJ dan AH diduga satu jaringan teroris. MJ bahkan disebut-sebut binaan AH. (gun/kom)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Densus 88 Bekuk Satu Lagi Terduga Teroris di Mambulu Selatan


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler