Produksi Susu Sapi Bakal Tumbuh

Kamis, 26 Desember 2013 – 07:20 WIB

jpnn.com - SURABAYA - Produksi susu sapi segar Jatim pada tahun depan diproyeksi bisa tumbuh 15 persen dibandingkan tahun ini. Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jatim menilai proyeksi pertumbuhan tersebut harus ditopang penambahan jumlah populasi sapi perah.

Ketua Bidang Usaha GKSI Jatim Sulistyanto mengatakan, pada 2013 rata-rata produksi susu sapi segar sebanyak 1 .000 ton atau 1 juta liter per hari. Dengan demikian pada tahun depan bisa naik menjadi 1.150 ton atau 1,15 juta liter per hari.

BACA JUGA: Kehalalan Daging Ayam di Pasar Cibinong Diragukan

Produksi pada tahun relatif stagnan jika dibandingkan dengan 2012 lalu. Sebab jumlah sapi perah yang terpotong dan jumlah kelahiran sapi baru cenderung sebanding.

"Stagnasi itu disebabkan banyaknya pemotongan sapi betina karena harga daging sapi yang tinggi dirasa menarik. Kami perkirakan, sepanjang tahun ini sekitar 20 persen dari total populasi sapi betina yang terpotong," katanya kemarin.

BACA JUGA: Merasa Banyak Dukungan, RJ Lino Akan Terus Melawan

Tercatat total populasi sapi perah anggota GKSI Jatim sebanyak 180 ribu ekor, sehingga sapi yang terpotong sekitar 36 ribu ekor.

Oleh karena itu, dia berharap tahun depan tidak ada lagi sapi perah yang terpotong. Sebab itu dapat berdampak pada penurunan produksi susu sapi segar. Selain mengandalkan sapi yang ada, menurut ia harus diikuti dengan penambahan jumlah populasi sapi dara bunting yang berasal dari luar negeri.

BACA JUGA: Libur Panjang, KAI Sediakan 29 Ribu Tiket per Hari

"Kalau ada tambahan sapi dara bunting, harapannya sapi tersebut bisa segera memproduksi susu untuk mendongkrak produksi susu sesuai target," tandas dia.

Saat ini kebutuhan susu sapi segar di Jatim sebanyak 1.700 ton atau 1,7 juta liter per hari yang berasal dari lima perusahaan. Sedangkan produksi lokal hanya mampu menyuplai 1.000 ton atau 1 juta liter per hari, sehingga terdapat defisit sekitar 700 ton atau 700 ribu liter per hari.

Selain mendatangkan sapi perah impor, lanjut dia, subsidi pakan juga dapat mendongkrak produksi susu yang defisit. Secara nasional, Kementerian Pertanian telah mengucurkan subsidi pakan termasuk untuk kelompok peternak di Jatim.

"Subsidi pakan ini dapat meningkatkan produktivitas. Jadi kondisi normal produksi susu satu sapi 9-10 liter per hari, maka kalau nutrisi ditambah bisa naik 12 liter per hari. Tapi kalau kekurangan nutrisi, produksi tidak sampai 9 liter per hari," ujarnya. (res/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perketat Pertanian, Perlonggar Asing


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler