Program Cetak Hafidz, Gandeng Pesantren

Senin, 28 Oktober 2019 – 08:40 WIB
Seorang santriwati sedang menjalani tes hafalan surat Alquran yang dibimbing oleh gurunya.

jpnn.com, SUKABUMI - Program mencetak hafidz Alquran terus digencarkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar). Sebab, program ini untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul lahir dan batin.

Gubernur Jawa Barat ridwan Kamil mengatakan,  setiap Kabupaten/Kota harus mendukung program ini. Sebab, dengan bermodalkan pemahaman agama yang baik akan menjadi bekal dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman yang makin kompleks.

BACA JUGA: IPPNU Terima Penghargaan dari Gubernur Jabar Sebagai OKP Terbaik

Dia menuturkan, mencetak hafidz quran bias dimulai dari pesantren-pesantren dan lembaga pendidikan. Dengan begitu, masyarakat di Jabar akan banyak generasi penerus yang hafal ayat suci Alquran.

“Kami tengah menggulirkan program setiap desa di Jawa Barat mencetak seorang hafidz Alquran,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang sering disapa Emil ketika menghadiri wisuda Tahfiz Alquran Adzkia di Masjid Al Muttaqin di Kompleks Setukpa Lemdikpol Kota Sukabumi, Sabtu (26/10).

BACA JUGA: Gubernur Jabar: Pemuda Harus Jadi Benteng dan Teladan di Era Revolusi Digital

Emil menuturkan, para hafidz nantinya akan disebar keberbagai desa. Terlibih di Jabar ada 6 ribu desa yang akan mencetak hafiz tersebut termasuk Kota Sukabumi.

Menurutnya, untuk mempercepat program ini pemprov akan bekerjasama dengan lembaga penghafal Alquran seperti Adzkia di Sukabumi.

BACA JUGA: Wagub Jabar: Empat Prasyarat Pemuda Agar Berguna Bagi Bangsa dan Negara

“Nantinya anak kampung atau desa dari seluruh Jabar akan dititipkan di lembaga tersebut,”kata dia.

Sementara pembiayaannya selama belajar menghafal Alquran akan diberikan oleh gubernur. Sehingga target satu orang penghafal Alquran di setiap desa dapat tercapai.

Emil menerangkan, pemprov memberikan perhatian pada masalah keagamaan. Sebab nantinya generasi muda saat ini akan menjadi penentu keberhasilan bangsa pada masanya nanti. Salah satunya membekali dengan pemahaman agama yang baik.

Di sisi lain Pemprov Jabar juga menggulirkan program English for ulama. Di mana ada 30 orang ulama muda yang diberikan pelatihan bahasa Inggris dan nantinya yang terbaik akan dikirim ke Eropa. Di negara tersebut mereka akan berdialog dengan non muslim untuk menggambarkan kondisi umat Islam di Jabar dan Indonesia yang penuh kedamaian.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, program yang digagas Pemprov Jabar sangat bagus. Hal ini seleras dengan program pembinaan karakter yang didengungkan pemerintah pusat.

Dia menilai, menghapal quran adalah sebuah kemuliaan. Sebab, dengan menjadi seorang hafidz dan hafidzah maka akan mendapat kemudahan baik didunia maupun diakhirat.

“Jadi Pemkot siap mendukung program pencetakan penghafal Alquran,” Fahmi.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler