Program Satu Desa Satu Lapangan Akhirnya Dimulai

Selasa, 24 November 2015 – 20:59 WIB
Gatot S Dea Broto/ dok JPNN

jpnn.com - JAKARTA- 470 desa dari seluruh Indonesia mengikuti kick off pelaksanaan Program satu Desa satu lapangan yang diinisiasi oleh Kemenpora. Mereka dikumpulkan dalam acara bimbingan teknis (Bimtek) di Padjajaran Suit, Kota Tangerang, Banten, Selasa (24/11). 

Acara Bimtek ini sebenarnya sudah harus dilakukan sejak empat bulan yang lalu.  Namun melihat dokumen yang sudah terverifikasi sesuai ketentuan yang ada masih sangat minim, membuat Bimtek baru terlaksana.

BACA JUGA: Garcia Ngaku Punya Strategi Mengimbangi Permainan Iniesta Cs

"Meskipun yang mengajukan proposal sudah lebih dari 1.000 an namun tidak seluruhnya memenuhi persyaratan yang ada. Sementara untuk program, saat ini baru diprogramkan untuk 500 desa," jelas Gatot S Dewa Broto, Bidang Komunikasi Publik Kemenpora.

Selain itu, lanjut Gatot, faktor lain yang menyebabkan pemunduran waktu Bimtek ini adalah karena Kemenpora lebih menghendaki esensi kehati-hatian sesuai dengan aturan. 

BACA JUGA: Gelandang Roma Ini Bilang Bermain di Camp Nou Selalu Spesial

Kemenpora tak mau memaksakan program dimulai di pertengahan tahun 2015, karena tak ingin ada masalah di belakang. Tapi, setelah proses verifikasi benar, pelaksanaan program langsung dijalankan maksimal.

Sejak awal November, sudah ada 100 lapangan desa yang dilaksanakan pembangunannya sejak awal November 2015, sedang sekitar 370 lainnya menyusul mulai minggu ketiga bulan November 2015 mendatang.

BACA JUGA: Tinggalkan Persib, Makan Konate Utang Budi Pada Pemain Ini

Gatot menjelaskan, Program satu Desa satu Lapangan digagas oleh Menpora Imam Nahrawi sejak awal masa kepemimpinannya, dengan tujuan untuk memberi kesempatan warga masyarakat di ribuan desa untuk lebih mendinamisasikan kegiatan olahraga.

Namun demikian, jumlah desa di seluruh Indonesia yang jumlahnya lebih dari 75.000 desa dan tidak semua dapat diakomodasi kebutuhannya oleh Kemenpora. 

Sehingga Kemenpora mengambil inisiatif untuk memilih desa-desa tertentu di berbagai pelosok tanah air yang diharapkan pembangunannya dapat memotivasi desa-desa lain.

"program pembangunan satu desa satu lapangan ini sesungguhnya merupakan salah satu bentuk konsistensi Kemenpora dalam melakukan pembenahan tata kelola persepakbolaan Indonesia," tegasnya.

"Selama ini banyak pihak mengeluh karena pemerintah hanya dapat membekukan PSSI, tetapi faktanya tidak mampu menyediakan fasilitas prasarana olahraga. Ini adalah jawaban pemerintah mulai dati hal yang terkecil hingga implementasi pembenahan yang lebih besar," imbuh Gatot. (dkk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kontra Barcelona, Pjanic Siap Bermain di Belakang Dzeko Malam Ini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler