Asian Games 2018

Provokatif di Arena Paralayang, Warga Taiwan Dideportasi

Jumat, 24 Agustus 2018 – 06:08 WIB
Atlet paralayang Indonesia berlaga di Asian Games 2018. Foto: Inasgoc

jpnn.com, JAKARTA - Seorang warga Taiwan yang menggangu jalannya kompetisi nomor akurasi paralayang putra Asian Games 2018 dengan sikapnya yang provokatif. Dia adalah Elsa May, yang langsung dideportasi pihak Imigrasi Indonesia.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno mengungkapkan dari hasil penyelidikan terhadap Elsa telah ditemukan cukup bukti dan saksi bahwa dia menganggu jalannya pertandingan paralayang. Diantaranya memprovokasi seluruh peserta untuk tidak menerima keputusan juri.

BACA JUGA: Indonesia vs UEA: Step by Step yang Bikin Optimis Menang

Memasuki tenda-tenda atlet negara lain yang dilarang. Selain itu Elsa juga melawan petugas yang menjaga kompetisi.

”Poinnya yang bersangkutan menganggu ketertiban umum. Dalam undang-undang keimigrasian orang asing yang menganggu ketertiban umum dan mengancam kepentingan nasional imigrasi bisa menggunakan kewenangannya untuk mendeportasi,” ujar Agung kepada Jawa Pos, Rabu (22/8).

BACA JUGA: Tanggapan Via Vallen Usai Sukses Bikin Jokowi Ikut Joget

Nah, Asian Games termasuk dalam agenda kepentingan nasional. Elsa pun dideportasi dengan pesawat China Airline, CI 762 dari Soekarno Hataa Airport pukul 12.30 menuju Taipei.

Yang juga menjadi kesalahan Elsa adalah dia menggunakan identitas panitia Asian Games milik orang lain. Dengan identitas tersebut dia masuk ke pertemuan technical meeting pada 18 Agustus lalu. Padahal dia bukan atlet, official, dan perangkat lomba.

BACA JUGA: Menyukseskan Asian Games 2108 Wujud Cinta Tanah Air

Dari hasil penelusuran petugas imigrasi Elsa adalah anggota federasi paralayang China Taipei. Tetapi tidak diikutsertakan dalam Asian Games. Dia ke Indonesia dengan biaya sendiri.

”Soal kartu identitas itu sedang didalami oleh panitia. Kewenangannya ada di panitia. Darimana dia (Elsa) mendapatkan, kenapa tidak teridentifikasi di awal, panitia pasti punya tim sendiri,” kata Agung.

Bukan hanya pada technical meeting, tapi pada pertandingan Senin (20/8) Elsa masuk ke arena kompetisi paralayang di Puncak Bogor. Dia memprovokasi setiap negara untuk tidak menerima keputusan seluruh perangkat lomba. Competition Manager pun mengeluarkan dia dari arena kompetisi dan dia tetap saja gaduh.

”Setelah dilakukan pemeriksaan dan yang bersangkutan mengakui kesalahan dan meminta maaf selanjutnya dibebaskan dan diminta keluar dari arena kompetisi,” jelas Agung.

Tapi pada Selasa (21/8), Elsa Elsa kembali mendatangi tempat landing paralayang. Petugas mengetahui keberadaan Elsa dan dia pun sepakat kembali ke hotelnya. Namun Elsa ternyata mendatangi tempat take off di Gunung Mas dan mencoba masuk ke aren kompetisi Paralayang.

Pagi kemarin, tiga petugas petugas penindakan keimigrasian kantor Imigrasi Bogor menjemput Elsa. Dia pun ditahan di ruang Detensi Imigrasi Kanim Bogor. Dari hasil pendalaman oleh penyidik akhirnya diputuskan Elsa diberi sanski berupa Tindakan Adminitrasi Keimigrasian dan deportasi ke negara asal.

”Ini deportasi pertama yang berkaitan dengan Asian Games. Yang lain memang ada protes. tapi masih dalam batas kewajaran,” ungkap Agung.

Di sisi lain, Tseng Wenghung, salah satu perwakilan delegasi Taiwan ketika dikonfirmasi belum mendapatkan laporan terkait adanya warga Taiwan yang dideportasi.

“Memang betul ada tim reporter Taiwan yang kehilangan ID Card, tetapi kalau ada pengacau, saya baru tahu,” terangnya.

Saat disebut nama Elsa May, Tseng menggelengkan kepala tanda tidak kenal. Total ada 64 reporter online dan media cetak plus fotografer yang datang ke Asian Games kali ini. Menurutnya, tidak ada nama Elsa May yang ada dalam daftar peliput dari Taiwan. (jun/nap)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tim Basket Putri Lolos Perempat Final Asian Games 2018


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler