Proyek Olefin TPPI Dikawal Jamintel dan Bareskrim, Hasilnya?

Selasa, 21 September 2021 – 14:57 WIB
Presiden Jokowi bersama Komut Pertamina Ahok meninjau Kilang PT TPPI di Tuban, Jawa Timur. Foto: BPMI Setpres

jpnn.com, JAKARTA - Tender proyek Revamping Aromatic dan New Olefin PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban, dinilai berjalan transparan dan sesuai produser.

Hal ini lantaran proyek tersebut dikawal ketat oleh lembaga penegak hukum, seperti Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Bareskrim Polri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

BACA JUGA: Amanda Manopo Pakai Hijab Saat Menyetir, Netizen Heboh

Proyek Olefin TPPI juga berkonsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

“Pelaksanaan beauty contest dan pelaksanaan proyek ini, sudah berjalan sesuai prosedur dan rencana. Proyek ini diawasi secara langsung oleh Jamintel, Bareskrim, dan lembaga-lembaga lain yang berkaitan dengan integritas dan akuntabilitas proyek,” ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaen.

BACA JUGA: 4 Jenis Makanan Ini Bisa Bantu Mengatasi Efek Samping Vaksin Covid-19

Ferdinand mengaku, hingga saat ini dirinya juga belum melihat adanya penyimpangan pelaksanaan proyek. Makanya dia berharap, proyek ini akan terus berjalan dengan baik.

Dan semua pihak harus terus mengawal proyek senilai Rp50 triliun tersebut.

BACA JUGA: Hubungkan 3 Kawasan di Bontang, Pupuk Kaltim Resmikan Jalan Suratman & NPK Pelangi

“Saya pikir semua berjalan baik. Saya juga belum melihat atau mendengar penyimpangan dalam pelaksanaan proyek ini. Kita harap semua berjalan sesuai rencana dan tepat waktu,” imbuhnya.

Ferdinand juga berharap, agar proyek ini tidak menemui kendala dan semua berjalan sesuai rencana dan desain teknis yang telah dirancang.

Sebab, proyek tersebut memang sangat strategis karena bisa menjamin ketersediaan bahan baku bijih plastik dan menurunkan impor bijih plastik secara signifikan.

Karena berdampak ekonomi yang sangat besar itulah, proyek tersebut harus didukung oleh semua pihak.

“Ini akan menyehatkan neraca perdagangan kita dan menghemat devisa. Maka proyek ini harus didukung karena dampak ekonominya besar. Yang penting sekarang kita kawal adalah jangan sampai proyek yang sudah dibahas sejak 2017 ini gagal dan berlarut-larut,” seru Ferdinand. 

Pengelolaan kawasan pabrik Petrokimia TPPI akan berkontribusi menciptakan ketahanan energi melalui subtitusi produk petrokimia impor. 

Dalam pembangunan pabrik petrokimia tersebut, Pertamina memastikan penyerapan tingkat komponen dalam negeri sesuai dengan target minimal yang telah ditetapkan, yaitu 30 persen, baik melalui barang maupun jasa, termasuk tenaga kerja lokal untuk dapat berkontribusi dalam operasional proyek.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler