PSBB Jakarta Segera Berakhir, Wahyu Gerindra Desak Anies Baswedan Bersikap Adil

Rabu, 03 Juni 2020 – 23:35 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto menemui Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mekkah saat Hari Kemerdekaan Ke-73 RI, Jumat (17/8) kemarin. Foto: Ist for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra Wahyu Dewanto meminta Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Anies Baswedan mengedepankan asas keadilan dalam memutuskan kelanjutan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan segera habis masa berlakunya. Sebab, Wahyu menilai PSBB di daerah lain sudah dicabut dengan alasan ekonomi dan sosial masyarakat.

"Kami (DKI) PSBB pertama tetapi diperpanjang terus, ekonomi ditutup juga, pajak pun harus bayar. Tetapi di daerah lain sudah mulai relaksasi. Asas keadilannya di mana? Nah, ini mesti dipikirkan keras," kata Wahyu Dewanto melalui akun di YouTube, Rabu (3/6).

BACA JUGA: Ikhtiar Protelindo Bantu Polisi di Check Point PSBB dengan Face Shield

Wahyu menilai penerapan PSBB sebanyak tiga tahap telah mempengaruhi psikologi masyarakat Jakarta. Wahyu menekankan bukan masyarakat tidak peduli kesehatan, tetapi Pemprov DKI Jakarta harus mencari solusi dan inovasi untuk bisa bangkit dari kondisi yang saat ini.

"Jadi jangan didebat kami tidak setuju aspek kesehatan, salah itu. Kami sangat setuju, menjaga jangan tertular Covid, prinsip betul itu," tegas dia.

BACA JUGA: Pandemi Corona-PSBB, Wisatawan Asyik Berkemah di Alas Bandawasa, Petugas Turun

Wahyu mengingatkan selama PSBB ini, Pemprov DKI hanya menekan arus lalu lintas orang dan usaha. Namun, Wahyu mengungkapkan kondisi ekonomi ibu kota saat ini sudah makin lesu juga berdampak pada pendapatan warga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga pekerja harian.

"Kita harus siap masuk fase new normal. Ini penting disadari semua pihak terutama masyarakat bahwa jangan sampai hanya pandemi di bidang kesehatan kemudian kita berlarut-larut tidak cerdas menghadapi Covid-19," jelas dia.

BACA JUGA: Respons Pelonggaran PSBB, Saham Emiten Properti Ini Mulai Menghijau

Terlepas dari itu, Wahyu juga mengingatkan 70 persen perputaran uang di Indonesia berada di Jakarta. "Kemudian juga Jakarta menyumbang cukup signifikan terhadap pendapatan nasional, khususnya penerimaan pajak," tandas Wahyu. (tan/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler