PSG vs Man City: Pertarungan Murid dan Guru

Selasa, 28 September 2021 – 10:30 WIB
Bintang Paris Saint-Germain, Lionel Messi. Foto: Twitter @PSG_Inside.

jpnn.com, PARIS - Pertandingan Paris Saint-Germain vs Manchester City pada matchday kedua Liga Champions tak ubahnya ajang pertempuran antara murid dan guru.

Dengan asumsi Lionel Messi fit di laga nanti, peraih enam gelar Ballon d'Or itu akan melawan skuad pimpinan Pep Guardiola yang tak lain bekas pelatihnya di Barcelona dulu.

BACA JUGA: Ansu Fati Nyaman dengan Tanggung Jawab Berat di Barcelona

Meski La Pulga -julukan Messi- menjalani debut di Barca pada era kepelatihan Frank Rijkard, tetapi kapten timnas Argentina itu menahbiskan diri sebagai pesepak bola terbaik dunia saat dipoles Guardiola.

Dia tampil 47 kali di Liga Champions dan mencetak 43 gol atau rata-rata satu gol setiap 92 menit saat Barcelona masih dinakhodai juru taktik asal Spanyol itu.

BACA JUGA: Romelu Lukaku Belum Cukup, Chelsea Masih Incar Bomber Ganas Ini

Ini memang bukan bentrokan pertama Messi dengan tim yang dipimpin Guardiola, tetapi ini menjadi pertemuan pertamanya dengan sang mentor ketika La Pulga sudah tidak lagi berseragam Blaugrana.

Guardiola sendiri mengaku beruntung pernah melatih Messi di Barca. Dia juga agak sedikit terkejut ketika mengetahui mantan anak didiknya itu memilih meninggalkan Barcelona di musim panas ini.

BACA JUGA: Mulai Gahar di Real Madrid, Marco Asensio Langsung Dibidik Liverpool

"Apa yang dia (Messi, red) lakukan dalam kariernya lebih dari luar biasa. Mudah-mudahan dia bisa bermain melawan kami," tutur sang entrenador.

"Messi meninggalkan Barca adalah kejutan bagi semua orang, tetapi itu sudah terjadi dan semua pihak menerimanya. Saya cukup yakin dia akan bahagia di Paris," tambahnya.

Guardiola sadar laga melawan PSG bakal menjadi pertarungan sulit. Meski begitu, dia sudah tak sabar menjalani pertandingan itu karena dia penasaran dengan kualitas mentereng para pemain Les Parisiens.

"Kami tahu persis betapa sulitnya itu (melawan PSG, red), mungkin yang paling sulit, tetapi pada saat yang sama kami mencoba melakukan permainan kami dengan mengetahui seberapa bagus mereka secara individu dan kolektif," pungkasnya.(sk/mcr15/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dhiya Muhammad El-Labib

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler