PSK Dibunuh di Kamar Hotel Grand Sarila Condongcatur Sleman

Jumat, 06 Maret 2020 – 17:15 WIB
Tangga hotel dari lantai 6 yang diduga digunakan pelaku pembunuhan untuk melarikan diri. Foto: DWI AGUS/Radar Jogja

jpnn.com, SLEMAN - Siti Baniyah (37) ditemukan tewas di kamar Hotel Grand Sarila Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis (5/3) dini hari.

Hasil penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Sleman, ditemukan bukti rekaman CCTV milik hotel. Terduga pelaku sempat terekam dari lobi hingga menuju kamar korban.

BACA JUGA: Sopir Taksi Online Dibunuh, Jasadnya Diikat Batu Bata

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah menuturkan, sudah ada keterangan sejumlah saksi. Mulai dari rekan korban hingga pihak keamanan dan manajemen hotel.

Dari keterangan sementara, terungkap profesi korban adalah PSK online. Korban berasal dari Wonosobo Jawa Tengah.

BACA JUGA: Terkuak, Mayat Wanita Dibungkus Karung di Bandung Seorang Ibu Muda

“Hasil pemeriksaan sementara tak ada barang berharga milik korban yang hilang. Pelaku diduga sudah kenal atau setidaknya sudah berkomunikasi sebelumnya. Ini karena saat kejadian, pelaku sudah ada di kamar korban,” kata Rizky di Mapolres Sleman, Jumat (6/3).

Dalam olah tempat kejadian perkara juga ditemukan bukti kuat. Salah satunya adalah belati yang diduga untuk membunuh korban. Senjata tajam tersebut ditemukan di kamar tempat korban menginap.

BACA JUGA: Mayat Wanita di Selokan Depan Hotel, Penuh Luka Sayatan, Tanpa Baju

Penyidik juga menemukan ceceran darah di kamar maupun lorong depan kamar korban. Diduga korban Siti Baniyah sempat melakukan perlawanan. Hipotesa ini selaras dengan keterangan saksi yang berada di lokasi.

“Awalnya temannya (saksi) sempat bertemu korban, dan korban bilang masih ada tamu lagi dan mereka kembali ke kamar masing-masing. Tak selang lama temannya mendengar teriakan minta tolong dari kamar korban,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo menambahkan, pascateriakan itu, suami rekan korban langsung menuju asal suara. Sempat digedor namun tak mendapat respons.

Saat memanggil pihak keamanan, tiba-tiba korban membuka pintu. Saat itu kondisi korban sudah berlumuran darah. Hasil pemeriksaan, ada empat luka tusuk di leher dan masing-masing satu luka terbuka di punggung kiri dan lengan kiri korban.

“Penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia terjadi di kamar, tetapi korban meninggal di lorong depan kamar. Setelah pintu terbuka, korban langsung ambruk,” katanya.

Kepanikan tersebut dimanfaatkan terduga pelaku untuk melarikan diri. Tidak melalui pintu kamar dan lobi hotel. Dugaan kuat pelaku kabur melalui jendela kamar. Selanjutnya menggunakan tangga AC untuk turun dari lantai enam.

“Semua tamu keluar, panik karena dengar teriakan. Sempat sudah panggil ambulance, tetapi sayangnya nyawa korban tetap tidak terlolong. Meninggal karena kehabisan darah dan luka tusukan,” katanya. (dwi/tif/radarjogja)

 


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler