PSMS 3 vs 1 Blitar United: Liestiadi Kritik Gol Penalti Tuan Rumah

Sabtu, 20 Juli 2019 – 04:04 WIB
Ilham Fathoni selebrasi usai mencetak gol ke gawang Blitar United. Foto: pojoksatu

jpnn.com, MEDAN - Pelatih Blitar United, Liestiadi tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai kalah 1-3 dari PSMS Medan dalam lanjutan Kompetisi Liga 2 di Stadion Teladan, Jumat (19/7/2019) sore.

Dia mengaku kekalahan timnya dan menyebut PSMS Medan bermain lebih baik dari timnya. Liestiadi pun mengucapkan selamat.

BACA JUGA: Cetak Brace, Ilham Fathoni Bawa PSMS Medan Bungkam Blitar United

“Congrats, selamat kemenangan tiga poin atas tim saya. Untuk permainan sebenarnya babak pertama kami sama. Cuma PSMS bisa memanfaatkan gol pertama karena kesalahan antisipasi kiper kami,” ujarnya usai laga.

BACA JUGA: Puluhan Warga Keroyok Anggota TNI saat Bertugas

BACA JUGA: Bermain dengan 10 Pemain, Sriwijaya FC Menang Tipis dari Persibat Batang

Pun demikian, mengkritisi beberapa hal yang terjadi di lapangan, terutama gol kedua yang dicetak Legimin Raharjo lewat titik penalti menit ke-51.

“Kemudian yang membuat kita down adalah gol kedua, kalau pandangan saya gol kedua bukan penalti itu adalah indirect freekick karena pemain saya salto mengambil bola. Itu seharusnya tendangan tidak langsung, tidak penalti. Itu wajib dipertanyakan,” jelasnya.

BACA JUGA: Ternyata Ini Penyebab Aldino Herdianto Absen Lawan Blitar United

Mantan pelatih PSMS musim musim 2009/2010 ini mengataka kritiknya itu bukan karena timnya kalah.

“Memang PSMS terus terang kita akui secara fair lebih baik dari tim saya. Pemain saya mayoritas kelahiran 1996-1998 dengan gol kedua mereka down. Gol ketiga karena ragu kiper saya. Secara overall PSMS lebih bagus. Semoga ke depan PSMS dan Bandung United bisa meraih hasi lebih baik lagi,” ungkapnya.

BACA JUGA: Keroyok Anggota TNI, 45 Orang Diciduk, 20 Resmi Jadi Tersangka

Soal kerasnya jalannya pertandingan, Liestiadi pun tak ingin sepenuhnya menyalahkan wasit. Meski beberapa pemainnya harus keluar lapangan karena cedera. Dia memahami main di PSMS keras apalagi dengan atmosfer di Stadion Teladan.

“Saya tidak masalah. Tapi namanya wasit harusnya objektif. Ada beberapa yang menjurus kasar harusnya kartu. Jangan pemain kita senggol sedikit pemain PSMS langsung peluit. Saya tidak mengkambinghitamkan kekalahan saya ke wasit, saya mau fairpay, rule of the game itu terapkan. Kesimpuan saya PSMS bermain lebih bagus,” pungkasnya. (nin)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lupakan Kekalahan dari Persita, Sriwijaya FC Fokus Incar Poin dari Persibat


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler