PSMS Medan Hanya Boyong 18 Pemain Hadapi Arema FC

Jumat, 26 Oktober 2018 – 20:39 WIB
Legimin Raharjo dkk persiapan berangkat ke Malang. Foto - istimewa for pojoksatu

jpnn.com, MEDAN - PSMS Medan hanya membawa 18 pemain untuk melakoni laga tandang ke Stadion Kanjuruhan, markas Arema FC dalam laga lanjutan Liga 1 2018 pada Minggu (28/10/2018).

Persoalan kebugaran pemain menjadi fokus PSMS jelang laga tersebut. Pasalnya, dari 18 pemain yang dibawa ke Malang, Jumat (26/10), ada beberapa nama yang terpaksa dibawa meski belum fit.

BACA JUGA: 3 Laga Dalam 8 Hari, Arema FC Dibayangi Kelelahan

“Ada tiga sampai empat pemain yang ikut tapi sedikit bermasalah. Frets masih cedera, Antoni juga. Jadi saya harus buat rencana lagi, kami harus evaluasi kondisi pemain. Akan ada latihan yang berbeda melihat situasinya seperti itu,” ujar Butler, Jumat (26/10/2018).

Pelatih asal Inggris tersebut pun tak punya rencana lain untuk tim, selain total istirahat saat tiba di Kota Malang. Melewati perjalanan udara via KNIA, tim harus transit ke Kota Batam sebelum tiba di Surabaya Pukul 12.00 WIB.

BACA JUGA: Liga 1 2018: Harapan Pelatih Persija usai Salip Persib

Selanjutnya, Legimin dan kawan-kawan menggunakan jalur darat menuju Kota Malang. “Kita langsung ke Malang untuk istirahat. Saya tidak bisa ambil resiko karena banyak pemain cedera,” terangnya.

Tapi Butler memastikan dengan segala persoalan yang ada, timnya baka fight.

BACA JUGA: Liga 1 2018: Penyerang Persija Kian Garang usai Kecelakaan

“Tapi kami pasti fight sampai akhir. Pemain bagus mau kerja keras, jadi harus optimis. Saya akan kerja terus. Selisih poin tidak begitu jauh. Ada banyak kesempatan agar bisa meninggalkan zona degradasi,” timpalnya.

Butler pun sedikit mengomentari tentang laga usiran di Kanjuruhan nanti. Menurut dia, bertanding tanpa suporter akan sulit.

“Tak ada atmosfer dalam stadion akan sulit bagia kedua tim main tanpa penonton. Saya sudah alami itu saat masih di Persipura. Itu tidak bagus untuk sepakbola. Saya binggung kenapa PSSI ambil keputusan itu? Ya terpaksa saya buat rencana lagi. Saya harus optimis,” ungkapnya.

Mantan pelatih Persipura ini juga menyinggung soal kehilangan poin lawan Mitra Kukar, Selasa (23/10/2018) lalu. “Main di Medan sangat sulit, kerja sama dalam stadion tidak kondusif. Lapangan keras, ada 3 kelompok suporter berbeda. Medan tidak bagus untuk main bola, tapi pemain coba untuk fight,” ungkapnya. (*/nin)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 4 Faktor Utama Persebaya Sukses Hancurkan Madura United


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler