PSSI Tegaskan tak Akan Hapus Sistem Degradasi

Selasa, 17 Oktober 2017 – 16:07 WIB
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. Foto: dok/Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Pertemuan PSSI dan Kemenpora pada Senin (16/10) sore antara lain membahas soal kebijakan degradasi di kompetisi Liga 1 dan 2.

Sempat diwacanakan Liga 1 tanpa adanya degradasi seperti ISC A 2016 lalu. Namun, Ketum PSSI Edy Rahmayadi menegaskan menolak wacana itu karena adanya promosi-degradasi menjadikan kompetisi semakin hidup.

BACA JUGA: Insiden Kiper Persela Choirul Huda, PSSI Janji Berbenah

"Pada masa akhir kompetisi dilaksanakan di bawah operator PT. LIB (Liga Indonesia Baru). Di situ ada kegiatan yang dibuat salah satunya adalah degradasi. Dari degradasi ini saya acungi jempol sehingga membuat klub-klub berjuang untuk menang," kata Edy.

Perjuangan klub-klub untuk menghindari degradasi memang luar biasa. Demikian juga dengan dukungan suporternya.

BACA JUGA: Menpora Minta PSSI Investigasi Kematian Suporter

"Hanya saja, belakangan ini seakan berlebihan dan kalau berlebihan itu jadi tidak baik. Sehingga, akan ada evaluasi dengan Pak Menpora. Tapi soal urusan motivasi untuk menangnya, tidak perlu dievaluasi," lanjut Edy.

Pernyataan Edy tersebut juga ditimpali oleh Waketum PSSI Joko Driyono yang memastikan bahwa degradasi tak bisa dinafikkan.

BACA JUGA: Menpora Panggil Ketum PSSI, Ada Apa?

"Degradasi dihapuskan? Itu pernah jadi spekulasi dan wacana yang ramai. Tapi PSSI memastikan tidak akan ada hal itu," ungkapnya.

Joko menyebut, sejauh ini federasi sepak bola Indonesia tetap memberikan respek terhadap mereka yang berjuang sekuat tenaga untuk bisa menghindar dari degradasi.

Persaingan menghindari degradasi yang tertinggi tensinya ada di Liga 2. Pasalnya, ada 61 klub yang harus berebut 24 slot tim bertahan di Liga 2 musim depan. (dkk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Untuk Sementara Prajurit TNI Dilarang Masuk Stadion


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler