jpnn.com - JAKARTA - Sekjen PSSI, Azwan Karim, menjelaskan, keputusan pembatalan rencana uji coba Timnas senior melawan Myanmar diambil setelah menerima masukan dari pelatih Alfred Riedl.
Riedl menganggap jadwal uji coba pada 28 September tidak ideal.
BACA JUGA: Latihan di Singapura, Para Atlet Karate Ini Pede Habis
Pasalnya, agenda itu terlalu mepet dengan uji coba melawan Malaysia yang sudah berlangsung di Solo pada 6 September lalu.
“Sebagai gantinya, Riedl meminta agar dia diberikan kesempatan untuk menggelar training center (TC) untuk timnas selama sepekan pada akhir September nanti,” kata Azwan.
BACA JUGA: Kalah Tiga Kali, Valencia di Zona Degradasi
Riedl meminta kepada PSSI agar TC dihelat mulai 22 – 27 September nanti.
Kebetulan, saat itu tak ada agenda kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC).
BACA JUGA: AS Roma 3-2 Sampdoria: No Totti, No Party
Kompetisi libur lantaran saat itu sedang berlangsung perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jawa Barat.
“Kami hanya bisa mengikuti kemauan pelatih saja. Mereka sudah memiliki hitung-hitungan jadwal sendiri terkait waktu yang tepat untuk menentukan peak pemain,” ujar Azwan.
“Tapi, kami akan mencari jadwal lain di bulan Oktober untuk menghelat laga itu. Karena apapun, kami harus menghargai permintaan dari Myanmar juga,” lanjutnya.
Asisten pelatih timnas Wolfgang Pikal menambahkan, uji coba baru bisa dilakukan pada Oktober hingga November mendatang.
“Lebih baik digelar sesuai dengan kalender FIFA saja,” kata Pikal.
“Tim pelatih sudah punya jadwal sendiri untuk meningkatkan performa pemain,” paparnya.
Terkait jumlah pemain yang akan dipanggil untuk TC, Pikal menyerahkannya kepada PSSI.
“Nanti biar PSSI yang mengumumkannya,” ucapnya. (ben/bas)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Chelsea Tertahan, tapi Costa Menawan
Redaktur : Tim Redaksi