PT Telkom Bangun Mega Infrastruktur Kabel Bawah Laut Indonesia-AS

Jumat, 29 Agustus 2014 – 04:26 WIB

jpnn.com - LOMPATAN besar sedang dilakukan PT Telekomunikasi Indonesia, (Telkom). Melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), Telkom membangun infrastruktur jaringan serat optik yang menghubungkan berbagai belahan dunia sepanjang 15.000 km.

Tidak hanya menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom siap mewujudkan Indonesia Global Networks melalui pembangunan kabel laut internasional. Sebelumnya, Telkom ikut serta dalam pembangunan sistem komunikasi kabel laut yang menghubungkan Indonesia ke negara-negara belahan Barat hingga Eropa melalui Konsorsium South East Asia - Middle East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5) pada tanggal 7 Maret 2014 lalu.

BACA JUGA: Dahlan Iskan Minta BUMN Konstruksi Jajaki Potensi di Jordania

Kini, Telkom melalui Telin kembali bergabung bersama operator kelas dunia lainnya dalam Konsorsium South East Asia–United States (SEA-US). Konsorsium ini melakukan penandatanganan kontrak kerja bersama pembangunan Sistem Kabel Laut International yang menghubungkan Indonesia ke belahan Timur hingga Amerika tadi malam di Hotel Kempinsky, Jakarta (28/8).

Tidak berhenti di sini, Telkom juga sudah mengantongi rencana pembangunan jaringan kabel laut yang diberi nama Indonesia Global Gateway. Proyek baru ini akan menghubungkan SEA-ME-WE 5 dengan SEA-US. Ketiga infrastruktur besar kabel laut berskala dunia ini melengkapi infrastruktur internasional yang telah dimiliki Telin sebelumnya.

BACA JUGA: Garuda Buka Tiga Rute Baru di Sulawesi dan NTB

Penandatanganan konsorsium SEA-US dilakukan oleh Presiden Direktur Telin, Syarif Syarial Ahmad bersama perwakilan konsorsium lainnya di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Indonesia (28/8). Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Utama Telkom, Arief Yahya dan Direktur Wholesale & International Services Telkom, Ririek Adriansyah.

Submarine Cable System SEA-US merupakan sistem kabel bawah laut yang mempunyai panjang sekitar 15.000 KM yang membentang dari Indonesia ke Amerika. Kabel laut SEA US menghubungkan lima area dan teritori yaitu Manado (Indonesia), Davao (Philippines), Piti (Guam), Oahu (Hawaii, United States), dan Los Angeles (California, United States).

BACA JUGA: Pertamina Jalin Kerjasama dengan Timur Leste

Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan, Indonesia siap menghadirkan Indonesia Global Networks yang menghubungkan jalur komunikasi global melalui pembangunan SEA-ME-WE 5 dan SEA-US.

"Infrastruktur SEA-US ini adalah kabel laut pertama yang menghubungkan Indonesia bagian timur ke Amerika Serikat. Terhubung dengan infrastruktur milik Telkom, sistem kabel laut ini mampu menyediakan latency yang paling rendah dari Indonesia ke Amerika Serikat dibandingkan dengan sistem kabel laut international lain yang sudah ada saat ini," ujar Arief.

Dikatakan, kabel laut SEA-US ini memiliki beberapa keunggulan, seperti hambatan yang relatif kecil meski di saat traffic yang padat (lowest latency), posisi kabel yang tidak berada di kawasan gunung berapi dan patahan bumi sehingga probabilitas terkenan bencana alam cenderung kecil serta rute pembangunan kabel laut hampir 70 persen ke kawasan Amerika.

Pada saat beroperasi di tahun 2016, sistem kabel laut SEA-US ini melalui koneksi kabel laut Indonesia Global Gateway (Manado-Dumai) akan terintegrasi dengan sistem kabel laut yang telah dimiliki Telin sebelumnya yaitu SEA-ME-WE 5, Asia  America Gateway (AAG), South East Asia Japan Cable System (SJCS), Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMCS), Thailand-Indonesia-Singapore (TIS) dan sistem kabel domestik lainnya. 

"Sehingga akan menciptakan konfigurasi network yang komprehensif yang menghubungkan Asia, Eropa, USA dan Indonesia dengan kualitas yang tak tertandingi yang disebut sebagai Indonesia Global Networks," ujarnya.

Sistem komunikasi kabel laut ini dipastikan mempunyai konektivitas yang stabil dan menjadi satu-satunya sistem kabel laut yang menghubungkan Asia Tenggara dan USA dengan rute yang menghindari wilayah rawan gempa di Asia Timur.

Infrastruktur dengan nilai investasi sebesar USD 250 juta ini akan menyediakan tambahan kapasitas sebesar 20Tb/detik, menghubungkan Indonesia dan Filipina ke Amerika Serikat menggunakan teknologi 100G. Dengan kapasitas sebesar ini, diharapkan mampu menampung permintaan bandwidth antara kedua benua tersebut.

Konsorsium SEA-US terdiri dari 7 (tujuh) perusahaan telekomunikasi global, yaitu  PT. Telekomunikasi Indonesia International (Telin), Globe Telecom, RAM Telecom International (RTI), Hawaiian Telcom, Teleguam Holdings (GTA), GTI Corporation, and Telekomunikasi Indonesia International, Inc. (Telkom USA). (ers/ydh)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PT Len Industri Garap Ekspor Software Kapal Perusak Kawal Rudal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler