jpnn.com - jpnn.com - Debat publik calon Gubernur DKI Jakarta yang bakal digelar Jumat (13/1), dinilai bukan hanya untuk kepentingan tiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta semata. Namun juga bagi masyarakat, terutama bagi kepentingan pendidikan politik.
"Tradisi debat juga merupakan salah satu cara juga untuk mengikis berita-berita hoax yang ditujukan oleh calon. Melalui debat, calon dapat melakukan klarifikasi dan mereduksi sentimen-sentimen antarcalon," ujar Direktur Populi Center Usep Saeful Ahyar di Gedung KPU DKI Jakarta, Kamis (12/1).
BACA JUGA: Ahok Dipuja Perempuan Cantik, Giring: Istri Cemburu?
Karena itu menurut Usep, pasangan calon harus benar-benar memanfaatkan dan menampilkan materi terbaik yang sangat dibutuhkan masyarakat. Misalnya berdasarkan survei Populi, terkait masalah kemacetan dan pengangguran.
"Jadi sangat penting, apalagi temuan kami menunjukkan visi misi dan program calon yang lebih baik, dapat mengubah pilihan seseorang," ucap Usep.
BACA JUGA: Oh, Ini Rupanya Resep Awet Muda Koh Ahok
Para calon, menurut Usep, juga penting memperhatikan faktor psikologis untuk menarik simpati pemilih. Seperti penampilan pada debat atau teknis. Kemudian cara berpakaian, cara bicara dan beberapa hal lain.
"Hal-hal tersebut penting, karena publik akan menilai segala hal. Paling tidak kami yakin dapat mempengaruhi pemilih yang belum menentukan pilihan, atau belum mantap dengan pilihan yang sudah ada," kata Usep.
BACA JUGA: Demi Warga Jakarta, Tolong Jangan Mangkir Debat
Menurut Usep, hasil survei Populi pada Desember memperlihatkan, 66,5 persen pemilih sudah mantap dengan pilihannya. Sementara sisanya 33,5 persen masih bisa dipengaruhi pilihannya.(gir/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bang Sandi Bakal Bentuk Pasukan Biru
Redaktur & Reporter : Ken Girsang