Pujian Atta Halilintar Atas Buku Karya Budi Gunawan, Begini Katanya

Sabtu, 11 Desember 2021 – 04:31 WIB
Atta Halilintar memberikan pujian atas buku karya Prof Budi Gunawan. Dok Humas BIN

jpnn.com, JAKARTA - YouTuber Atta Halilintar memberikan pujian atas peluncuran buku berjudul Demokrasi di Era Post Truth karya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (purn) Budi Gunawan.

Suami Aurel Hermansyah itu menyebut buku tersebut memberikan pelajaran terkait bermedia sosial. Pembaca bisa belajar menyaring informasi dan tidak mudah percaya dengan hoaks.

BACA JUGA: Raffi Ahmad dan Atta Halilintar Bakal Diundang Mengajar di Kuliah Umum Garapan MPR & UT

"Buku ini sangat luar biasa. Zaman sekarang sangat perlu belajar agar tidak jadi tangan-tangan hoaks," kata Atta Halilintar, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1012).

Atta mengaku sering menemukan berita bohong di berbagai platform media sosial. Menurut dia, pengguna medsos perlu mencerna dan memilih informasi.

BACA JUGA: Atta Halilintar Dapat Video dari Ustaz Abdul Somad, Ternyata Ini Isinya

"Tinggal bagaimana melihat berita yang bagus dan enggak, serta mencernanya. Jangan langsung gampang nge-post, itu bisa berakibat fatal,” kata Atta.

Atta menganggap buku karya Budi Gunawan itu memiliki pesan agar masyarakat lebih teliti dalam membaca informasi.

BACA JUGA: Anak Kedua Raffi Ahmad Dijodohkan Dengan Calon Bayi Atta Halilintar, Nisya Merespons Begini

Selain itu, buku tersebut juga memiliki bahasa yang ringan dan mudah dipahami, serta memiliki visual yang menarik.

"Penting sekali buku ini dibaca untuk anak-anak muda, karena banyak sekali pelajaran di dalamnya seperti perkembangan media sosial dan ada algoritmanya,” ujar dia.

Buku tersebut sebelumnya sudah dicetak pertama pada April 2021 dan cetakan kedua terbit pada Mei 2021.

Adapun isi dari buku itu membahas tentang disinformasi di era post-truth sebagai ancaman kesehatan demokrasi elektoral.

Buku ini juga menyoroti keyakinan personal yang lebih penting daripada fakta objektif dalam membangun opini publik, sehingga antara kebohongan dan kebenaran sulit diidentifikasi. (cuy/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler