Pujian Mendagri untuk Keterbukaan Bima Arya soal Terjangkiti Corona

Jumat, 20 Maret 2020 – 11:28 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memuji Wali Kota Bogor Bima Arya yang mengaku secara terbuka telah terjangkiti virus corona (COVID-19). Apresiasi Tito itu disampaikan Staf Khusus Bidang Politik dan Media Massa Mendagri Kastorius Sinaga, Jumat (20/3).

“Kami apresiasi sikap terbuka Wali Kota Bogor Bima Arya yang secara sukarela dan dengan tenang mau mengumumkan secara terbuka ke publik positif terinfeksi Covid-19 dan dengan sukarela mengisolasi diri, demikian tanggapan Mendagri Tito Karnavian menanggapi kasus Arya Bima," ujar Kastorius dalam pesan tertulis.

BACA JUGA: Bima Arya Ungkap Sosok Pertama yang Memberi Tahu Dia Positif Covid-19

Sebelumnya Arya Bima membuat video berisi pengakuan bahwa dirinya terjangkiti virus corona. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjadi kepala daerah pertama yang terjangkiti virus corona dan mengisolasi diri.

Walakin, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Bogor tetap berlangsung normal seperti biasa. Pasal 65 UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sudah mengatur kepala daerah yang berhalangan dapat menunjuk wakil kepala daerah bertindak sebagai pelaksana tugas untuk melaksanakan pekerjaan dan kewenangan baik secara parsial maupun secara keseluruhan.

BACA JUGA: Istri Bima Arya Sebut Ada Makhluk Mungil yang Mengganggu Suaminya

Kastorius menambahkan, Tito meyakini sikap terbuka Arya Bima membuat masyarakat memahami pentingnya tindakan social distancing dan memperkuat ketahanan tubuh sebagai langkah pertama menangkal Covid-19. "Kita doakan agar Pak Arya Bima serta seluruh masyarakat yang terkena segera sembuh dan dapat menjalani perawatan medis dengan baik," ucapnya.

Lebih lanjut Kasto mengatakan, di negara maju mereka yang terkena infeksi Covid-19 mengumumkan ke publik. Tujuangga adalah menghambat penularan.

"Artinya, kesadaran untuk bersikap terbuka ke publik atas status positif Covid-19, dapat menghambat penularan, termasuk lewat orang-orang yang sebelumnya berinteraksi dengan yang bersangkutan," katanya.(gir/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler