Pulang Kampung, Kapten Timnas U-16 Disambut Bak Pahlawan

Selasa, 14 Agustus 2018 – 03:05 WIB
Sambutan warga sekitar menyambut kepulangan David Maulana. Foto : istimewa for pojoksatu

jpnn.com, DELISERDANG - Kapten Timnas U-16 Indonesia, David Maulana disambut bak pahlawan di kampung halamannya, Minggu (12/8) malam.

Itu setelah David Maulana dkk sukses mengalahkan Thailand di partai final Piala AFF U-16 2018.

BACA JUGA: Gara-Gara Pemain Ini Fakhri Yakin Menang Adu Penalti

Siapa sangka, sambutan meriah sudah diterima pemain yang akrab disapa Bembeng ini sejak dari Bandara Kualanamu sekira pukul 22.00 WIB.

Tak hanya itu, jalanan dekat rumahnya di Jalan Pendidikan 1, Pasar 13 Dusun 12, Sei Rotan, Tembung, Deliserdang, Minggu (12/8/2018) malam, juga langsung dihiasi tulisan sambutan kedatangannya.

BACA JUGA: Kurniawan Yulianto Yakin Indonesia Menang 1-0 Atas Thailand

Welcome David Jebbeng’ (Jebret Bembeng) tampak begitu memantik perhatian siapapun yang lewat.

Bembeng mengakui sudah tak sabar pulang kampung begitu Piala AFF U-16 usai. Rasa rindu keluarga sangat besar.

BACA JUGA: Indonesia vs Thailand, Fakhri: Kami Siapkan Semua Strategi

“Rindu sekali terutama orang tua. Suasana kampung di sini dan kawan-kawan. Terakhir pulang ke sini dua bulan lalu,” kata anak kelima dari enam bersaudara itu saat ditemui di rumahnya, Senin (13/8/2018).

David Maulana dan ayahnya saat berada di rumahnya, Senin (13/8/2018). Foto: istimewa pojoksatu

Bembeng pun tak bisa berkata apa-apa akan meriahnya suasana menyambut kepulangannya.

“Bangga sekali dengan warga Sei Rotan. Mereka mensupport saya sampai sebegitunya. Mulai dari kepala desa hingga warga menyambut saya di bandara dan mengarak hingga pulang ke rumah,” lanjutnya.

Bembeng pun tampak berusaha tetap semangat menjawab pertanyaan awak media yang sudah sejak pagi datang silih berganti. Termasuk warga yang tak henti mengucapkan selamat ke rumahnya.

Sejak pagi, Bembeng sudah disibukkan dengan datang ke sekolahnya di SMA Negeri 2 Percut Seituan. Dan bisa ditebak, begitu tiba, riuh suasana tak terelakkan lagi. Teman-temannya langsung meminta siswa kelas X itu untuk berselfie ria.

Mengingat momen bersejarah malam final AFF U-16, Bembeng kembali sumringah. Pikirannya melayang mengingat tegangnya suasana di Stadion Gelora Delta Sidoarjo saat adu penalti.

“Saya akui Thailand yang paling merepotkan kami di turnamen. Apalagi saat mereka menyamakan skor. Tapi sebagai kapten saya coba memotivasi kawan-kawan agar tetap tenang di adu penalti. Pasti penalti itu menegangkan. Apalagi ditonton banyak orang. Tapi saya juga coba tenang saat eksekusi,” bebernya.

Bembeng pun berusaha optimistis dipanggil kembali meski perombakan skuat akan dilakukan sang pelatih Fakhri Husaini.

“Pasti bakal ada perubahan. Tapi saya pasti selalu berdoa agar tetap ada di timnas,” ujarnya.

Selain fokus untuk tetap fit agar dipanggil kembali ke timnas, Bembeng juga ingin menyelesaikan dulu pendidikan di bangku SMA yang sudah ketinggalan banyak pelajaran.

“Kalau saya selalu komunikasi sama guru. Pelajaran apa yang ketinggalan. Syukurnya guru-guru di sana mendukung,” jelasnya.

Sementara itu, Kedua orang tua David, Ngadiran (52) dan Tukini (48) mengatakan sangat bangga menyambut sang putra.

“Dia masih Bandara (Kualanamu) sudah penuh di rumah. Satu kampung keluar semua. Sampai ke dapur kami, itu orang semua. Bembeng disambut pemerintah Desa dan Kecamatan di bandara. Pulangnya diarak-arak sampai ke rumah. Saya terharu sekali,” kata Ngadiran

Soal tulisan di jalan menyambut Bembeng, Ngadiran menjelaskan, “Itu mereka semua yang buat. Pemuda-muda sini. Saking antusiasnya lihat anak saya bawa timnas juara. Mereka bangga karena Sei Rotan ikut terangkat,” jelasnya. (nin)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Suporter Timnas Indonesia U-16 Luar Biasa!


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler