Puluhan Orang Keracunan Makanan Usai Menyantap Daging Anjing

Jumat, 21 Februari 2020 – 22:13 WIB
Korban keracunan daging anjing masih dirawat di rumah sakit setempat. Foto: dok pribadi untuk pojoksatu.id

jpnn.com, SIMALUNGUN - Puluhan warga Desa Panombean Hutahurung, Kecamatan Hataran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, keracunan makanan usai mengonsumi daging anjing, Kamis (20/2).

Dari informasi yang dihimpun sedikitnya ada 32 warga yang diduga keracunan usai menyantap daging tersebut. Dari jumlah itu 22 orang dewasa dan 10 di antaranya masih anak-anak.

BACA JUGA: Prada Fakhrul Ridami Hilang di Aceh Singkil, Sepeda Motornya Ditemukan di Pinggir Sungai

Peristiwa ini berawal saat ada beberapa kepala keluarga membeli seekor anjing secara patungan, lalu dipotong dan dagingnya dibagi rata. Tak disangka, Kamis (20/2/2020) semua warga yang memakan mengalami sakit perut parah.

Mereka pun akhirnya dirawat di Puskesmas setempat. Dan hingga Jumat (21/2/2020) masih dalam perawatan.

BACA JUGA: Mukmin Mustakir Meninggal Dunia dengan Mengenaskan, Tubuhnya Diterjang Peluru

Koordinator Pemeriksa Umum Puskesmas Tiga Balata Retawati mengatakan pihaknya menerima 22 pasien. “Ada 10 lagi masih di klinik Nainggolan dan klinik Maranatha. Mereka mengaku baru mengonsumsi daging anjing,” jelasnya, Jumat (21/2/2020).

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kapolsek Balata, AKP Jagani Sijabat, menjelaskan ada 27 orang warga yang diduga keracunan. “Data sementara pastinya itu 27 orang, memang betul (keracunan). Keracunan enggak tahu, tetapi mereka sakit akibat makan daging anjing,” ujar saat dihubungi Jumat (21/2/2020).

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Tegas Larang Warga Solo Makan Daging Anjing

Jagani mengatakan telah merupakan kebiasaan warga setempat membeli beli anjing untuk dimakan bersama.

Selanjutnya usai melahap daging anjing, warga banyak yang mengeluh sakit perut, muntah, dan diare, hingga akhirnya dilarikan ke Puskemsas Tiga Balata untuk mendapatkan pertolongan.

“Keadaannya saat ini sudah agak mendingan sebagian warga sudah ada yang pulang. Total saat ini ada 22 orang yang masih dirawat,” jelasnya.

Jagani menambahkan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab utama keracunan.(nin)
 


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler