Puluhan Ribu Honorer K2 Bodong Dipaksa Gigit Jari

Senin, 08 Februari 2016 – 14:56 WIB
Foto ini hanya pelengkap, bukan pra honorer bodong seperti yang dimaksud dalam berita. Foto: dok/Malut Post

jpnn.com - JAKARTA - Berbagai cara dilakukan agar bisa menjadi CPNS. Tidak sedikit yang memanfaatkan peluang, bahkan dengan ‘nyelip’ sebagai peserta tes tenaga honorer K2.

Kalau dalam seleksi awal mereka bisa lolos, tetapi dalam saringan akhir, mereka ketahuan sehingga batal diangkat menjadi CPNS.

BACA JUGA: Demo Nasional Honorer K2 Batal?

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Herman Suryatman mengungkapkan, dari sekitar 210 ribu peserta tes yang lulus, sekitar 30 ribu di antaranya tidak bisa mengikuti proses pemberkasan di Badan Kepegawaian Negara (BKN). 

“Sekitar 170 ribu sudah pemberkasan oleh BKN,” ujarnya, Senin (8/2).

BACA JUGA: 5.000 Honorer K2 Sumatera Bergerak ke Jakarta

Pasalnya, mereka tidak memenuhi kriteria sebagai tenaga honorer K2. Tepatnya 3 November 2013 sebanyak 605.179 tenaga honorer K2 mengikuti tes kompetensi dasar (TKD) dengan sistem lembar jawaban komputer (LJK).  Karena tenaga honorer K2 ialah tenaga honorer yang sudah mengabdi paling tidak sejak 2004, yang notabene kebanyakan sudah berumur di atas 40 tahun, maka materi tesnya tidak sama dengan pelamar CPNS dari jalur regular, yang rata-rata masih belia.‎

Tenaga honorer K2 saat itu mendapat prioritas untuk melamar PNS. Mereka hanya perlu memenuhi pesyaratan administratif dan juga mengikuti TKD. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 56 tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor  48 Tahun 2005 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.

BACA JUGA: Ramalan Suhu Tan: Tiga Bulan Ini Patut Waspada

"Rupanya, hal itulah yang mendorong banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai THK2. Tidak sedikit yang mencoba peruntungan, mengakali panitia seleksi dan mendesak agar bisa diikutkan dalam tes.  Ini terlihat pasca test kemampuan dasar bagi para tenaga honorer K2. Dari sekitar 210 ribu peserta yang lulus TKD, sekitar 30 ribu di antaranya tidak memenuhi persyaratan atau bodong," kata Herman. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Utusan Istana Temui Pentolan Honorer K2


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler