Puluhan Warga Purwakarta Diduga Keracunan Limbah Pabrik

Selasa, 20 Februari 2018 – 16:39 WIB
Sakit perut atau diare. ILUSTRASI. Foto: Laman India Times

jpnn.com, PURWAKARTA - Sebanyak 43 warga Kampung Ciroyom, Desa Cicadas, Kecamatan Babakancikao, Purwakarta, Jawa Barat, pingsan dan muntah-muntah dalam dua bulan terakhir.

Tokoh masyarakat Desa Cicadas, Unang Sutarya dalam keterangannya kepada jpnn.com, Selasa (20/2), mengatakan puluhan warga tersebut diduga keracunan limbah kimia PT Lenzing South Pacific Viscose (LSPV).

BACA JUGA: Begini Kemudahan Gunakan Aplikasi Sampurasun Pariwisata

“Sudah ada 43 orang yang harus dibawa ke puskesmas dan rumah sakit karena mual, muntah-muntah, sampai ada yang pingsan. Jumlah warga yang keracunan itu angka dalam dua bulan terakhir,” ungkap Unang.

Menurutnya, para korban rata-rata adalah warga yang tinggal di sekitar pabrik pengolahan bahan kimia untuk pembuatan serat milik PT LSPV.
Sebab, setiap hari dia dan warga sekitar kawasan perusahaan itu, selalu mencium bau busuk yang diduga bersumber dari pabrik kimia tersebut.

BACA JUGA: Purwakarta Punya Aplikasi Sampurasun Pariwisata untuk Turis

Beberapa warga yang tidak tahan akan aroma tak sedap itu bisa sampai jatuh pingsan. “Kebanyakan dibawa ke (RSUD) Bayu Asih, Rumah Sakit Thamrin, atau ke puskesmas terdekat. Beberapa orang di antaranya, saya yang mengantar mereka,” tambah Unang.

Agus Suhardi, warga lainnya mengungkapkan, bau busuk tersebut biasanya tercium sejak tengah malam, dan menjelang subuh aromanya sudah tidak tercium lagi.

BACA JUGA: Manjakan Travelista, Purwakarta Bangun 16 Desa Wisata

Warga sudah mengeluhkan kondisi ini ke pihak PT. LSPV. Namun tidak direspons dengan baik. “Mereka hanya membagikan susu ke warga. Itu pun sangat terbatas. Padahal yang kami perlukan adalah pengobatan,” katanya.

Baik Agus maupun Unang berharap agar pihak perusahaan mau menjelaskan soal bau busuk tersebut kepada warga. Jika pabrik itu ternyata mencemari likungan, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Purwakarta bertindak. '

“Kalau perlu ditutup dulu sampai persoalan baunya hilang,” kata Agus.

Kasus ini sebenarnya bukan kejadian yang pertama. Pada 5 Januari 2011, sebanyak enam warga Cicadas dirawat di Rumah Sakit Thamrin, akibat menghirup bau tak sedap. Sumber aroma itu ternyata dari kebocoran gas milik PT LSPV.

Kasus yang sama juga terjadi pada 1 November 2016. Saat itu, sebanyak 73 warga Cicadas dilarikan ke rumah sakit.

Menurut informasi, pada saat itu terjadi kebocoran pada plant acid atau tungku asam yang merupakan tempat pembakaran belerang untuk pembuatan serat kapas sintetis PT LSPV.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 4 Juta Wisatawan Serbu Purwakarta


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler