Prioritaskan Transisi Energi, Ganjar Punya Rekam Jejak Merintis EBT

Selasa, 19 September 2023 – 16:11 WIB
Bakal calon presiden dari PDIP Ganjar Pranowo mengatakan bakal memprioritaskan transisi energi dalam pemerintahan Indonesia ke depan. Foto: YouTube/TVUI

jpnn.com, JAKARTA - Bakal calon presiden dari PDIP Ganjar Pranowo mengatakan bakal memprioritaskan transisi energi dalam pemerintahan Indonesia ke depan.

Hal itu diungkapkan Ganjar yang telah berpengalaman mengembangkan potensi energi baru dan terbarukan (EBT) berupa gas rawa di Desa Rajek, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.

BACA JUGA: Gaet Mahfud MD, Ganjar Berpotensi Menang di Basis NU

Hasilnya, selama enam tahun sejak 2017 hingga 2023, puluhan warga di Desa Rajek tak perlu membeli gas elpiji untuk memasak.

Warga kini bisa berhemat dan mengalokasikan uang yang digunakan untuk membeli gas elpiji, untuk kebutuhan yang lain.

BACA JUGA: Gardu Ganjar Jawara Banten Dirikan Posko Untuk Komunitas Ojek Online

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah Boedyo Dharmawan mengatakan pemanfaatan gas rawa sebagi bahan bakar pengganti gas elpiji mempunyai banyak kelebihan jika dibandingkan dengan gas elpiji.

Menurutnya, gas rawa merupakan potensi alami dari alam, maka secara harga dan berkelanjutan jauh lebih murah daripada LPG (elpiji).

BACA JUGA: Ganjar Dorong Transformasi 6 Pilar untuk Manfaatkan Bonus Demografi Indonesia

"Namun, manfaat dari gas rawa dapat berlangsung secara berkelanjutan apabila dari masyarakat membentuk kelembagaan yang kuat, agar dapat secara mandiri mengelola dan memelihara infrastruktur yang sudah ada," kata Boedyo, Selasa (19/9).

Dia menjelaskan dari segi ekonomi gas rawa juga sangat bermanfaat bagi masyarakat karena bisa dipakai untuk usaha penggorengan kerupuk, pembuatan stik, dan jajanan anak.

Boedyo mengatakan pada 2017 Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, memberikan bantuan berupa satu sumur tradisional, empat sumur bor baru, satu instalasi separator dan kompresor. Seiring berjalannya waktu, secara swadaya masyarakat menambah lagi saluran gas.

Potensi cadangan gas rawa di Desa Rajek cukup besar sehingga masih memungkinkan untuk menambah kapasitasnya.

Gas rawa yang terbentuk di Desa Rajek merupakan fenomena alami di bawah permukaan bumi dari rawa purba, yang menembus permukaan dan dapat terbakar.

"Kondisi bawah permukaan di lokasi tersebut banyak terdapat rekahan-rekahan atau struktur geologi yang memungkinkan menjadi jalan untuk aliran gas tersebut," jelasnya.

Provinsi Jawa Tengah merupakan pelopor pemanfaatan gas rawa di Indonesia.

Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah telah melakukan utilisasi pembangunan infrastruktur instalasi perpipaan biogenic shallow gas (BSG) atau gas rawa sejak 2008 di Kabupaten Sragen, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Grobogan.

Saat ini, terdapat sepuluh unit instalasi BSG di Jawa Tengah yang dimanfaatkan kurang lebih 400 KK di Jawa Tengah. Boedyo menuturkan, saat ini sedang dilakukan pemetaan potensi ketersediaan gas dangkal di Jawa Tengah.

Hal ini juga merupakan tindak lanjut atas laporan dan verifikasi mengenai fenomena keluarnya rembesan gas rawa, yang belum diutilisasi secara optimal oleh Cabang Dinas ESDM.

Boedyo membeberkan selain di Grobogan, ada beberapa daerah di Jawa Tengah yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Hasil pemetaan potensi menjelaskan terdapat potensi gas rawa sekitar 14,47 juta SCF (standart cubic feet), yaitu di Kota Salatiga, Kabupaten Pemalang, Semarang, Pati, Grobogan, Rembang, Sragen, Magelang, Purworejo, Banjarnegara, Cilacap, dan Karanganyar.

"Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengembangkan potensi gas rawa yaitu dimulai dengan perencanaan dan pemetaan potensi-potensi gas rawa baik dari segi manifestasi maupun karakteristik masyarakat setempat," ujarnya.

Langkah Pemprov selanjutnya adalah memperhatikan karakteristik masyarakat demi keberlanjutan infrastruktur gas rawa agar tidak mangkrak atau terbengkalai.

Selanjutnya, secara bertahap akan dibangun infrastruktur gas rawa dan masyarakat dapat berperan serta untuk mengembangkan infrastruktur gas rawa melalui penambahan pipa utilisasi gas rawa.

Semua yang dirintis oleh Ganjar untuk mengutilisasi potensi alam di Jawa Tengah akan dilanjutkan.

Sebab, kata Boedyo, eks Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berkomitmen mendukung upaya peningkatan transisi energi di Jawa Tengah melalui pemanfaatan energi bersih yang tersedia di alam.

"Upaya tersebut (yang dilakukan Ganjar) di antaranya melalui pembangunan PLTS rooftop yang gencar dilakukan di Jawa Tengah baik sektor pemerintah, UMKM, sekolah maupun pondok pesantren," ucap Boedyo menilai sosok gubernur berambut putih itu.

Melalui surat edaran, Ganjar ketika masih menjabat sebagai gubernur juga mendorong industri agar turut menggunakan energi bersih. Di antaranya melalui pembangunan PLTS rooftop.(jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Elvi Robiatul, Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
EBT   Ganjar   industri   Gas   ESDM  

Terpopuler