Pupuk Kaltim Hadirkan Ragam Produk Unggulan Ber-SNI di IQE ke-9

Minggu, 07 November 2021 – 21:21 WIB
PT Pupuk Kalimantan Timur kembali berpartisipasi dalam ajang Indonesia Quality Expo (IQE) Ke-9, yang digelar Badan Sandardisasi Nasional (BSN) di 23 Pascal Shopping Center Bandung, Jawa Barat, pada 4-7 November 2021. Foto dok Pupuk Kaltim

jpnn.com, BANDUNG - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali berpartisipasi dalam ajang Indonesia Quality Expo (IQE) Ke-9, yang digelar Badan Sandardisasi Nasional (BSN) di 23 Pascal Shopping Center Bandung, Jawa Barat, pada 4-7 November 2021.

Tahun ini, PKT menampilkan beragam produk perusahaan, seperti Urea Daun Buah, NPK Pelangi, produk pupuk hayati seperti Ecofert, Biodex, Biotara, Bio Salin, BioLK dan produk-produk riset.

BACA JUGA: Denny Sumargo: Tadinya Cuma Sama Vanessa Angel, Tiba-tiba Saya Panggil Suaminya Masuk

Tak hanya produk perusahaan, PKT juga melibatkan mitra binaan dalam IQE Ke-9 Tahun 2021.

Mulai dari produk batik, kerajinan tangan khas Kaltim hingga produk herbal hasil olahan Rumah Tanaman Obat Keluarga (Toga), yang juga didorong untuk menghadirkan produk berkualitas sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

BACA JUGA: Ajak Warga Bangkit dari Pandemi, Pupuk Kaltim Kebut Vaksinasi Covid-19 di Bontang

Ketua Tim IQE PKT MHN Hidayat mengatakan implementasi SNI menjadi fokus utama PKT dalam menghadirkan produk berkualitas, yang secara bertahap diikuti seluruh inovasi di lingkungan perusahaan, baik bersifat pelayanan, maupun pengembangan digitalisasi berbasis industri 4.0.

Dari upaya tersebut, seluruh produk yang dihasilkan PKT maupun yang memiliki keterkaitan dari aktivitas bisnis perusahaan, terus didorong untuk terstandarisasi SNI secara berkelanjutan.

BACA JUGA: Vanessa Angel Tewas dalam Kecelakaan, Ramalan Tigor Otadan Kembali jadi Sorotan

“Termasuk dengan produk mitra binaan PKT, juga difasilitasi untuk mendapatkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI), agar produk yang dihasilkan memiliki jaminan mutu dan kualitas kepada konsumen,” ujar Hidayat.

Beberapa tahun terakhir, hasil inovasi hingga produk riset juga didaftarkan PKT untuk mendapatkan SNI, beberapa diantaranya telah tersertifikasi.

Sejauh ini ada 4 UKM binaan PKT yang mendapatkan SPPT SNI dari BSN, yaitu Batik Beras Basah, Batik Kuntul Perak, Amplang Barokah dan Abon Jaya Mandiri.

Sementara beberapa unit usaha binaan lainnya juga dalam proses verifikasi Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro), untuk mendapatkan sertifikasi serupa.

Dia berharap IQE mampu mendorong seluruh iklim usaha maupun pelayanan di berbagai bidang terstandarisasi SNI, sebagai jaminan mutu dan kualitas untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

"PKT berkomitmen terus menerapkan SNI di setiap produk yang dihasilkan, termasuk hasil mitra binaan perusahaan maupun inovasi lainnya, sehingga ke depan, aktivitas bisnis Perusahaan ditopang dengan baik oleh seluruh bidang yang terstandar SNI,” imbuh Hidayat.

Kepala BSN Kukuh S. Achmad mengatakan kegiatan ini bisa menjadi inspirasi para pelaku usaha untuk terus meningkatkan inovasi dan bertahan dalam situasi pandemi, dengan penerapan SNI di setiap produk yang dihasilkan.

“Penerapan SNI menunjukkan komitmen kuat pelaku usaha terhadap mutu produk dan perlindungan konsumen, selain wujud kontribusi terhadap penguatan daya saing yang sejalan dengan kampanye Bangga Buatan Indonesia yang digencarkan pemerintah,” kata Kukuh.(chi/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler