Pura-pura Tanya Alamat, Trus Diajak Jalan Lalu Dihipnotis, Uang dan Cincin Raib

Senin, 31 Agustus 2015 – 00:07 WIB

jpnn.com - BATAM KOTA - Lia warga Batamkota mengaku jadi korban penipuan dengan cara hipnotis. Modus yang digunakan pelaku adalah berpura-pura menanyakan alamat kemudian mengajak korban untuk berkeliling.

Kemarin, Lia membuat laporan kasus penipuan dengan cara hipnotis ke Polsek Batamkota. Didampingi suaminya, wanita ini terlihat bingung sekaligus menyesal telah melayani pertanyaan orang tak dikenal di jalan raya.

BACA JUGA: 1,5 Jam Usai Didamaikan Kapolres, Bentrokan Kembali Pecah

"Saya dihipnotis. Uang dan cincin emas saya diambil pelaku," ujarnya kepada polisi sesaat akan membuat laporan.

Kejadian tak terduga itu terjadi di depan jalan Raya Pasar Mitra Raya, Batam Kota kemarin pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu ia sedang berjalan ke arah dalam pasar sebelum akhirnya disinggahi satu unit mobil Toyota Avanza putih.  Seorang pria bertubuh sedang kemudian menanyakan alamat tempat penjualan alat-alat kapal kepadanya. Belum selesai ia menjawab, seorang pria lainnya turun dari mobil. Pria itu menepuk pundaknya sembari memperlihatkan selembar surat emas.

BACA JUGA: Prajurit TNI Berpangkat Praka Tewas Dikeroyok Polisi

"Awalnya nanya tempat jual alat-alat berat, tapi pria lain malah menunjukan surat emas," katanya lagi.

Menurut dia, pria itu kemudian mengaku ingin menjual kalung emas yang dibelinya di daerah Nagoya senilai Rp19 juta. Uang itu nantinya akan digunakan untuk membeli peralatan kapal yang dicari. Apalagi saat itu , mereka mengaku tak membawa uang cukup.

BACA JUGA: Xenia Tabrak Becak lalu Pohon, Kapolsek dan Istri Tercintanya Tewas

"Dia ajak saya masuk ke dalam mobil dan entah kenapa saya mau saja. Di dalam mobil, mereka bilang akan menjual emas tersebut dan akan membagi saya separuhnya jika menunjukan tempat menjual emas,"terang wanita berkacama itu.

Tak sampai disitu, pelaku yang diduga berjumlah tiga orang itu kemudian memperlihatkan kalung emas yang akan dijual. Emas itu dibalut lakban warna hitam. Kepada Lia, salah satu pelaku meminta Lia menjualkan emas itu terlebih dahulu, sebab mereka butuh uang cepat. Pelaku kemudian menanyakan uang yang ada pada Lia. Lia menjawab punya uang Rp 2,9 juta. Tak hanya itu, pelaku juga meminta Lia mencopot cincin emas seharga Rp 1,2 juta.

"Entah kenapa saya mau saja menyerahkan uang dan cincin saya," ujar Lia.

Usai menyerahkan Uang dan cincin, ketiga pelaku meminta Lia turun dari mobil dan memintanya menunggu di rumah sekitar satu jam. Dan tentunya pelaku sudah meminta alamat dan nomor telpon Lia. Namun satu jam ditunggu, ketiga pelaku tak kunjung datang hingga akhirnya Lia tersadar.

"Saya diturunkan dan disuruh tunggu satu jam. Mereka memberika kalung dan surat emas.

Perempuan itu kemudian mendatangi toko emas dan menanyakan tentang emas tersebut. Alangkah kagetnya Lia ketika mengetahui emas tersebut adalah palsu. "Ternyata kalung itu emas palsu. Saya ditipu. Padahal uang itu untuk keperluan dan simpanan saya," pungkasnya.(she)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Petugas Bandara Kuala Namu Gagalkan Pengiriman Ganja 7 Kg ke Surabaya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler