Pusing Atur Barang di Gudang Secara Manual? Begini Solusinya

Rabu, 14 Desember 2022 – 03:21 WIB
PT Surya Sarana Dinamika (SSD). Foto dok SSD

jpnn.com, JAKARTA - PT Surya Sarana Dinamika (SSD) hadir melayani kebutuhan sistem otomasi industri dan robotik di Indonesia.

SSD memiliki keahlian di bidang robotik, sistem otomasi (mekanik dan elektrik), modifikasi mesin, training center, service center, internet of things, serta sebagai konsultan sistem otomasi.

BACA JUGA: Keren! Dirut PLN Dapat Penghargaan The Best CEO Power Company

Talenta Amelia, Business Development SSD mengatakan pelaku IKM harus memiliki ketelusuran data yang akurat guna mendapatkan kelancaran dalam suatu proses.

“SSD ini membantu IKM di Indonesia dengan menciptakan suatu software bernama warehouse management system untuk memiliki kelengkapan data mulai dari pencatatan produk masuk keluar dari gudang, jadwal produksi kapan, pengiriman produk kapan hingga cek quality kapan yang tersimpan dalam software tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: Dana CSR di Jateng Capai Rp 86 Miliar, Ganjar: Potensinya Pasti Masih Tinggi

Apabila pencatatan gudang ini berantakan, lanjutnya, tentu akan berdampak terutama kinerja karyawan yang tidak efektif dalam mengerjakan pekerjaannya.

Selain itu, dapat mengganggu jadwal pengiriman apabila barang tersebut hilang atau tidak ditemukan. Selain itu juga berdampak pada branding perusahaan sampai ke income perusahaan itu sendiri.

BACA JUGA: PKT Pastikan Stok Pupuk Musim Tanam Pertama 2023 Aman

“Kami ingin memberikan kemudahan untuk mengontrol apa yang terjadi di gudang baik dari proses pengiriman, penerimaan, penyimpanan dan perpindahan juga pengambilan. Kalau dilihat produksi, kan ada kodenya di simpen di rak A, B, atau C. Nah, itu kita bisa tracing ngambilnya di mana, kadaluarsanya kapan jadi bisa tahu first in first out apa yang dibutuhkan IKM dengan kepemilikan gudang dengan menaruh barcode di setiap produknya,” terangnya.

SSD hadir untuk membantu IKM mengurangi kerugian stok barang setelah proses produksi sampai pengiriman, menyediakan data stok produk yang mampu menghasilkan efisien SDM maupun waktu.

VP Business Development Artaka, Dedy Santoso menjelaskan hampir seluruh UMKM yang berada di micro dan macro tidak memiliki pencatatan pembukuan yang lengkap.

Hal ini membuat Artaka terpacu untuk mengedukasi perihal pembukuan digital dengan sangat mudah.

“Tidak banyak UMKM yang memiliki pencatatan pembukuan usaha yang baik. Mulai dari stok hingga laba juga arus kas bisa diperoleh hanya dengan satu aplikasi ini. Hanya dengan Rp 22 ribu per bulan UMKM yang berlangganan bisa mendapat layanan tersebut. Data yang sudah tercatat nanti bisa di download dan setelah itu data bisa segera dihapus. Jadi tidak perlu khawatir data tersebut dipergunakan tidak semestinya,” jelasnya.

Keunggulan Artaka, lanjut Dedy, yakni memberikan banyak kemudahan termasuk memberikan microsite yang bisa digunakan untuk penjualan.

Pihaknya juga telah bekerja sama dengan berbagai metode pembayaran sehingga pelanggan bisa dengan mudah menyelesaikan pembelanjaannya.

Terlebih lagi, pelaku UMKM bisa mendapatkan laporan laba rugi, arus kas dan neraca.

“Kami melatih 10 mitra IKM selama 10 minggu dimana mereka akhirnya telah memiliki laporan keuangan laba rugi, arus kas dan neraca. Lalu, kami juga menyediakan microsite untuk mereka berjualan layaknya marketplace dengan berbagai e-catalognya. Pelanggan dapat membeli dan memilih berbagai layanan payment method elektronik beserta QR payment dan membuat kesepakatan dengan Telkomsel sebagai suplayer di 99% usahaku serta mendapatkan free voucer adsense MyAds sebesar Rp 250ribu,” bebernya.

Dedy mengungkapkan pihaknya sangat terbantu dengan adanya Kompetisi S4I ini karena mampu menjembatani pelaku IKM dengan penyedia teknologi sehingga menjadi mencetak IKM modern yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas.

“Terima kasih kepada Kementerian Perindustrian khususnya Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menegah dan Aneka (IKMA) melalui S4I yang dapat mempercepat perwujudan Making Indonesia 4.0 ini,” terang dia.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler