Quick Count LSI Denny JA Paling Mendekati Hasil Perhitungan KPU

Rabu, 22 Mei 2019 – 06:42 WIB
Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Twitter/DennyJA_WORLD

jpnn.com - Hasil rekapitulasi Pilpres 2019 yang ditetapkan KPU Selasa (21/5), pukul 01.46, tidak jauh berbeda dengan hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei. Bahkan, Lingkaran Survei Indonesia Denny JA menyatakan hasil QC mereka paling presisi dengan hasil rekapitulasi Pilpres 2019 versi KPU.

"Alhamdulilah, terbukti semua quick count lembaga survei akurat soal Jokowi menang. Saya lebih bersyukur lagi, quick count LSI Denny JA memiliki selisih terkecil dibandingkan hasil final real count KPU," kata Denny JA, pendiri LSI Denny JA, Selasa (21/5).

BACA JUGA: Erick Thohir: Terima Kasih, Rakyat Indonesia

Versi KPU Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin meraih 55, 5 persen, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno 44, 5 persen.

Denny menjelaskan pada hari pencoblosan 17 April 2019, ada 11 lembaga survei yang mengumum QC. Mulai dari LSI Denny JA, SMRC, Polltracking, Indikator, Indobarometer, Charta Politica, Cyrus-CSIS, Median, Litbang Kompas, hingga Vox Populasi.

BACA JUGA: SBY Puji Pidato Kemenangan Jokowi, Lega Prabowo Tak Menyimpang dari Konstitusi

Semua quick count mengumumkan kemenangan Jokowi di angka yang beragam. "LSI Denny JA menunjukkan selisih paling kecil, dibandingkan real count KPU dalam Pilpres 2019, sekitar 0,12 persen. Selisih terbesar dari Kedai Kopi sekitar 2,08 persen," ujar Denny.

BACA JUGA: Putusan Bawaslu: KPU Langgar Aturan Terkait Lembaga Survei Penyedia Quick Count

BACA JUGA: Pengumuman Hasil Pemilu Membawa Keteduhan

Dia menambahkan, ini bukan rekor terbaik LSI. Pada 2010, LSI pernah memperoleh rekor MURI karena selisih quick count di Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah 0, 00 persen. Artinya, quick count sama persis dibanding hasil KPUD 14 hari kemudian.

"Sekali lagi publik diberikan pengalaman. Betapa ilmu pengetahuan dapat membantu kita mengetahui hasil pemilu 250 juta populasi begitu cepat," ujarnya.

Dia menambahkan, hanya dalam waktu tiga jam setelah TPS ditutup, quick count membantu untuk tahu siapa yang menang. Terbukti, tegas dia, hasil quick count menyerupai hasil real count sebulan kemudian,"

"Dan mereka yang membawa LSI Denny JA, juga lembaga quick count lain ke polisi, menuduh kami membohongi publik, kembali ditolak oleh hasil real count KPU," pungkas Denny JA. (Boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pujian KPU untuk Rencana Prabowo Gugat Hasil Pilpres ke MK


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler