Quick Count tak Jauh Beda Penghitungan Riil

Jumat, 30 Agustus 2013 – 05:13 WIB
Sariani memasukan kartu suara kedalam kotak suara di TPS keliling RS Dr soetomo surabaya. Kamis (29/08/13). Frizal/ Jawa Pos/JPNN

SURABAYA - Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) mencetak sejarah baru. Selangkah lagi dia bakal menjadi incumbent pertama yang tidak pecah dan kembali bersama dalam pilgub.
 
Setidaknya bila mengacu pada hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei, keunggulan pasangan tersebut sekitar 10 persen di atas rival beratnya, Khofifah Indar Parawansa-Herman S.S. (Berkah). Hasil hitung cepat dari dua lembaga survei nasional, yakni Lingkaran Survei Indonesia (LSI) serta Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), nyaris sama.

Yakni, hasil SMRC menunjukkan selisih 9,20 persen (KarSa meraih 46,97 persen suara dan Berkah didukung 37,77 persen suara). Sedangkan hasil hitung cepat LSI memperlihatkan selisih 10,23 persen (KarSa mendapat 47,97 persen suara dan Berkah meraih 37,74 persen). Hasil itu tidak berbeda jauh dengan hasil quick count dua lembaga survei lain.
 
Satu-satunya penghitungan sementara yang menempatkan KarSa pada urutan kedua adalah hasil real count Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai pengusung Berkah itu menempatkan jagonya pada urutan pertama dengan perolehan suara 44 persen. Sedangkan KarSa hanya mengantongi 38,47 persen.
 
Pengamat politik UI Sigit Budhi Setiawan mengatakan, dengan hasil quick count yang nyaris identik di antara banyak lembaga survei tersebut, hasil riil nanti tak akan jauh berbeda. "Artinya, data quick count sebagai data pembanding untuk data yang ada di rekapitulasi KPU," terang Sigit di Surabaya kemarin (29/8).  
 
Bila ada perbedaan dengan data real count PKB dan perbedaannya jauh, harus dilihat dulu data pembandingnya. "Yang jelas, ada banyak data hasil quick count yang bisa jadi pembanding," tutur dia.
 
Sekjen PKB Imam Nahrawi mengatakan, tim internal terus mengumpulkan hasil penghitungan suara secara real count. "Hasil sementara, kami yang unggul," kata Imam dalam jumpa pers kemarin (29/8).
 
Di sisi lain, PKB selaku partai pengusung Berkah terus melakukan konsolidasi untuk menyikapi hasil sementara perolehan suara pilgub. Tadi malam Salahuddin Wahid memimpin pertemuan tertutup dengan tim pemenangan Berkah. Agendanya mengumpulkan laporan yang diterima dari berbagai daerah. Belum ada kepastian apakah laporan tersebut terkait dengan kecurangan atau tidak. Gus Sholah, sapaan Salahuddin Wahid, hanya menegaskan bahwa semua masih dibahas. "Belum tahu apa yang dilaporkan nanti," ujarnya.
 
Sementara itu, Khofifah optimistis dengan hasil pilgub meski sejumlah hasil quick count menempatkannya pada posisi kedua. Dia belajar pada pengalaman hasil pilgub 2008. "Saya diajarkan untuk terus optimistis dan bertarung hingga pelantikan. Lima tahun lalu membuktikan bahwa quick count bukan hasil akhir. Saya minta seluruh relawan Berkah untuk terus mengawal penghitungan suara hingga akhir," kata Khofifah.
 
Pada bagian lain, kubu KarSa memilih tetap menunggu hasil penghitungan resmi KPU. "Terima kasih karena hasil ini memang membuat senang saya. Tapi, kami memilih untuk menunggu hasil resmi dari KPU Jatim," kata Soekarwo.
 
Saifullah Yusuf kemudian menambahkan, "Siapa pun pasangan calon yang berada dalam posisi seperti ini pasti akan merasakan senang sebagaimana yang kami rasakan. Tapi, jujur saja, saya berharap agar seperti DKI Jakarta dan Jawa Tengah, semuanya berakhir dengan baik."
 
Sementara itu, pasangan Eggi-Sihat mengaku legawa dengan hasil itu. "Saya siap mendukung gubernur yang terpilih," terangnya. Hanya, Eggi mengaku titip program ke pasangan KarSa. "Saya minta setiap rakyat miskin Jatim dibuatkan rekening di Bank Jatim. Jadi, kalau ada BLT atau bantuan apa pun, tinggal transfer. Jadi, tak perlu antre-antre segala," terangnya. Selain itu, Eggi meminta KarSa memaksimalkan industrialisasi.
 
Di bagian lain, Pramono Anung selaku ketua tim sukses pasangan BDH-Said Abdullah mengatakan bahwa target utama PDIP adalah konsolidasi. "Ya, berarti ada peningkatan dari 3 persen menjadi 12 persen. Ini merupakan hasil terbaik yang memang bisa kami capai," ujar pria yang juga wakil ketua DPR tersebut.
 
Terpisah, Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad mengatakan bahwa pihaknya belum mengeluarkan pernyataan apa pun yang terkait dengan rekapitulasi. "Karena kami menunggu hasil rekapitulasi yang masih berlangsung di bawah," terangnya. Hanya, dia menyatakan, sekilas angka golput tidak terlalu tinggi. Dia memperkirakan bahwa partisipasi masyarakat di Jatim 60 persen hingga 70 persen. (ano/riq/c11/agm)

BACA JUGA: KarSa Unggul di Wilayah Tapal Kuda

BACA ARTIKEL LAINNYA... Manado Kekurangan 750 PNS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler