Rahmad Darmawan Ingin Variasi Serangan

Jumat, 29 Desember 2017 – 00:12 WIB
Rahmad Darmawan. Foto: Budiman/Sumek/dok.JPNN.com

jpnn.com, PALEMBANG - Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan sedang mencari skema permainan yang dianggap pas bagi Laskar Wong Kito untuk mengarungi Liga 1 musim 2018.

Strategi bermain dengan pola 4-2-3-1 kombinasi 4-3-3 mulai dimatangkan Rahmad Darmawan.

Skema bermain ini sangat fleksibel dimainkan Makan Konate dkk saat beruji coba melawan PS AD di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Sabtu (23/12).

BACA JUGA: Persib Batalkan Uji Coba, Diganti Latihan Sehari 2 Kali

Di awal pertandingan, pola baku 4-2-3-1 jadi pijakan. Di atas lapangan, semua bisa terjadi, termasuk perubahan menjadi 4-3-3 saat menekan lawan. Fleksibilitas perubahan formasi ini berlangsung sepanjang pertandingan.

Hanya, tetap saja masih ada yang kurang dalam menjalankan strategi bermain. Pemain Sriwijaya FC terlalu mengeksploitasi serangan dari sayap dibandingkan suplai bola diagonal dan umpan terobosan dari lini tengah.

BACA JUGA: Bhayangkara FC Tagih Omongan Penyelenggara Kompetisi Liga 1

"Selama latihan, saya mencoba kasih pemain untuk cepat melepas bola dan cepat men-support ke depan melalui sayap dan second line zona tengah. Kebetulan, kemarin (saat uji coba), permainan lebih terlihat dari kedua sayap. Artinya, variasi melalui tengah mesti juga bisa jalan," ungkap RD, sapaan karib Rahmad Darmawan.

Saat uji coba itu, Sriwijaya FC menang 10-0 atas PS AD. Timpangnya materi pemain kedua tim membuat Makan Konate dkk tampak superior dari lawan.

BACA JUGA: Gabung Sriwijaya FC, Syahrian Abimanyu Anggap Tantangan

Setiap build up serangan dilakukan hampir selalu bisa diakhiri dengan penetrasi ke jantung pertahanan lawan. Hanya eksekusinya kadang melebar atau melambung ke atas.

Konate Makan, Yogi Rahadian, Nur Iskandar, dan Adam Alis yang diplot sebagai winger secara bergantian di uji coba itu menunjukkan agresivitas dalam menekan pertahanan lawan.

Mereka tampak tidak kesulitan menusuk ke jantung pertahanan lawan dengan memanfaatkan lebar lapangan.

Umpan-umpan silang dan umpan tarik diperagakan untuk memanjakan Manuchehr "Bang Jali" Jalilov ataupun Rizsky Dwi Ramadhana dan penyerang lainnya yang ikut masuk ke kotak terlarang lawan.

Hanya, penetrasi dari lini tengah tidak bisa mengimbangi agresivitas kedua sayap Sriwijaya FC. Minim tekanan dari pemain tengah.

Padahal, melawan tim lemah sangat penting untuk menguji taktik dan variasi serangan. Tak heran jika coach RD memberikan kredit positif terhadap kinerja para winger.

"Winger kita cukup baik. Pascagagalnya beberapa winger, saya coba maksimalkan Konate di posisi itu sebagai alternatif. Karena waktu di T-Team, Konate beberapa kali saya mainkan sebagai winger dan striker. Lalu, masih ada Yogi, Nur Iskandar, dan Vizcarra di posisi itu," jelas arsitek berjuluk The Hat Man ini. (kmd/nan/ce3)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Teco: Buat Hari Ini, Tim Oke


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler