Rakyat Resah Karena Harga Pada Naik, Ke Mana Mahasiswa?

Senin, 09 Januari 2017 – 13:26 WIB
Ilustrasi. Foto: Radar Semarang/JPNN

jpnn.com - jpnn.com - Sikap kritis mahasiswa dipertanyakan ketika pemerintah menaikkan harga berbagai barang.

Mulai bahan bakar minyak hingga biaya pengurusan surat kendaraan.

BACA JUGA: Premium Mulai Ditinggalkan, Pertalite Jadi Idola

“Seharusnya sebagai intelektual, mahasiswa harus berani mengambil sikap oposisi ketika kepentingan rakyat terabaikan,” ujar mantan aktivis mahasiswa asal Pontianak Taufik Ikhwan kepada Rakyat Kalbar, Minggu (8/1).

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura tersebut mengatakan, mahasiswa memiliki kewajiban terhadap masyarakat.

BACA JUGA: Makin Banyak yang Beralih ke Pertalite dan Pertamax

“Benar bahwa mahasiswa wajib berprestasi secara akademik. Namun, mahasiswa juga punya kewajiban untuk pengabdian pada masyarakat. Salah satunya dengan menyuarakan keresahan masyarakat,” kata Taufik.

Dia menambahkan, mahasiswa di Kalimantan Barat masih berjalan sendiri-sendiri.

BACA JUGA: Leher Mahasiswa Diikat, Dada Ditusuk Pisau Dapur

“Biasanya harus ada isu bersama, baru bisa mereka ini bersatu. Karena kalau misah-misah ini kecil,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga pada awal tahun ini sebenarnya bisa menjadi isu bersama.

Sayangnya, sampai hari ini, pergerakan mahasiswa belum terlihat. 

Dia berharap, mahasiswa tidak ragu bersuara. Dia tak ingin mahasiswa seperti politikus dan pejabat.

“Ketika yang diurus itu rebutan jabatan, rebutan pengaruh, rebutan proyek mereka rela sampai gontok-gontokan. Tapi ketika yang diperjuangkan adalah kepentingan masyarakat luas, gerakannya ala kadarnya,” papar Taufik.

Sementara itu, Tim Ahli Kebijakan Publik Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalbar Andika Indra Purwantoro membantah anggapan mahasiswa hanya diam.

“Hari Kamis juga kabarnya serentak BEM seluruh Indonesia akan turun,” ujar Andika.

Dia mengakui, KAMMI masih bergerak sendiri.

“Diskusi bersama itu belum ada. Elemen gerakan lain pada belum respons. Mereka lagi menunggu juga kayaknya. Atau biasanya kami cuma ketemu di lapangan,” bebernya. (Iman Santosa/Mohamad Iqbal)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Warga Nunukan Gunakan BBM asal Malaysia Lagi


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler