Ratusan Amunisi Artileri Diamankan Brimob Polda Papua Barat

Senin, 18 November 2019 – 22:31 WIB
Buruh bangunan di Manokwari mengangkat amunisi yang ditemukan saat menggali tanah untuk septic tank. Foto: Toyiban/Antara

jpnn.com, MANOKWARI - Ratusan amunisi artileri diduga peninggalan tentara pada perang dunia II ditemukan sejumlah buruh bangunan di Manokwari, Papua Barat.

Amunisi tersebut terkubur di dalam tanah, dan saat ini sudah diamankan Markas Satbrimob Polda Papua Barat.

BACA JUGA: Basri Selundupkan Puluhan Amunisi dari Malaysia ke Perbatasan Indonesia

Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Krey mengatakan, selain amunisi, para pekerja bersama Tim Gegana juga menemukan detonator, selongsong serta proyektil.

"Secara keseluruhan amunisi 226 buah, detonator 226 buah, selongsong sebanyak 10 buah dan proyektil ada satu. Semua sudah kami amankan agar tidak membahayakan warga, karena biasanya masih aktif," kata Krey di Manokwari, Senin (18/11).

BACA JUGA: Tangkap 8 Orang di Markas KNPB, Aparat Sita Ratusan Amunisi

Senjata sisa-sisa perang tersebut ditemukan di Kampung Mestip, Arfai Gunung, saat para pekerja melakukan penggalian untuk septic tank.

Pertama kali amunisi itu ditemukan oleh Dominus Weya bersama enam orang teman menggali septic tank di lokasi tersebut. Amunisi artileri itu berukuran panjang 56 cm serta diameter 2,5 inci.

BACA JUGA: Ketua DPRD Cianjur dan Calon Istrinya Keracunan Minuman Rasa Buah

Dari penemuan tersebut, seorang tukang Abdul Said berinisiatif menyampaikan informasi kepada polisi. "Dari laporan itu, anggota Brimob dan Propam Polda dan Sabhara datang untuk mengamankan TKP," kata Krey.

Semula para pekerja bangunan ini hanya menemukan 59 buah. Saat Tim Gegana tiba, penggalian diteruskan hingga memperoleh amunisi, detonator, selongsong serta proyektil yang mencapai ratusan.

"Penggalian sampai malam jam 19.56 WIT Tim Gegana berhasil mengangkat amunisi artileri sebanyak 88 buah. Jam 21.29 WIT kembali melanjutkan penggalian dan pada 23.10 WIT tim kembali mengangkat seluruh amunisi yang tertanam sekitar 79 buah bersama sejumlah detonator," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler