RDMP Balikpapan jadi Proyek Terbesar Sepanjang Sejarah Pertamina, Begini Progresnya

Kamis, 28 September 2023 – 13:42 WIB
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo bersama Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Utama KPI Taufik Adityawarman meninjau proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Pertamina RU V, Balikpapan, Kalimantan Timur pada Rabu (27/9). Foto: Dokumentasi Humas Pertamina

jpnn.com, BALIKPAPAN - Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menjadi proyek terbesar sepanjang sejarah Pertamina. Saat ini progresnya telah mencapai 82 persen.

RDMP Balikpapan memiliki total 5.203 equipment dengan berat mencapai 110 ribu ton.

BACA JUGA: Tingkatkan Layanan Contact Center untuk Pelanggan Setia, Pertamina Boyong 4 Penghargaan

Equipment terberat ada pada Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) First Regenerator dengan berat 1.099 ton.

Sementara itu, equipment tertinggi adalah Propane/Proylene dengan tinggi sekitar 110 meter.

BACA JUGA: Pertamina Satu-Satunya Penjual yang Melantai di Pasar Karbon Indonesia

RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang Pertamina sebanyak 100 ribu barel per hari, sehingga sekaligus nantinya akan menurunkan impor BBM.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis nasional dalam rangka mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.

BACA JUGA: Pertamina Tegaskan Kesiapannya Jadi Market Leader Perdagangan Karbon di Indonesia

“Proyek Strategis Nasional ini kami dorong supaya bisa sesuai dengan target. Saya cukup bahagia dan bangga, bahwa terlepas dari tantangan Covid-19, proyek ini telah mencapai target 82 persen,” ujar Kartika Wirjoatmodjo saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kilang Pertamina Balikpapan, Rabu (27/9).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan proyek RDMP Balikpapan memiliki tingkat kesulitan paling tinggi, karena pada saat yang sama kilang eksisting harus terus beroperasi.

“Kami harus pastikan proyek tetap beroperasi dengan safety dan keandalan yang tinggi,” tegas Nicke Widyawati ketika mendampingi Wamen BUMN Kartika Wirjoatmojo, Rabu (27/9).

Nicke menyebut proyek ini terbagi menjadi dua.

Pertama adalah untuk meningkatkan kapasitas terlebih dahulu, kemudian yang kedua adalah meningkatkan kualitas plus meningkatkan produk dari petrochemical dan juga LPG.

“Untuk tambahan kapasitas ini, tentu otomatis akan langsung menurunkan impor BBM sebanyak seratus ribu barel per hari dan ini dampaknya sangat besar terhadap Current Account Defisit-nya Indonesia,” imbuh Nicke.

Nicke menambahkan kualitas produk yang dihasilkan RDMP Balikpapan juga akan ditingkatkan dari standar Euro2 menjadi Euro5 sehingga lebih ramah lingkungan sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler