Regulasi soal Manajer Bikin Repot Persebaya Surabaya

Selasa, 21 Agustus 2018 – 07:24 WIB
Pemain Persebaya Surabaya, Rishadi Fauzi selebrasi. Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - Manajemen Persebaya Surabaya direpotkan dengan kebijakan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang melarang pergantian manajer di tengah musim kompetisi.

Posisi manajer Persebaya memang tengah lowong. Usai ditinggal Chairul Basalamah, manajemen Persebaya belum mengumumkan penggantinya. Padahal, Green Force sudah punya calon manajer anyar. Dia adalah mantan Direktur Tim Persebaya di Liga 2 musim lalu, Candra Wahyudi.

BACA JUGA: Persib Kalahkan AC Milan, Persebaya Nomor 4 di Asia

Sayang, penunjukan Candra Wahyudi terbentur regulasi. Dalam pasal 31 regulasi Liga 1 2018, disebutkan bahwa kontrak kerja manajer adalah full time. Selain itu, manajer juga harus punya sertifikasi dari PT LIB.

Masalahnya, Candra Wahyudi tidak memiliki sertifikasi. Untuk mendapat sertifikasi, manajer harus melakukan workshop. “Makanya kami sudah mengajukan (ke PT LIB) untuk digelar workshop susulan,” kata Sekretaris Tim Persebaya Ram Surahman kepada Jawa Pos.

BACA JUGA: Persebaya Ternyata Sudah Kantongi 3 Calon Pelatih Lokal

Sayangnya, PT LIB tampaknya sulit mewujudkan keinginan Persebaya itu. COO PT LIB Tigor Shalom Boboy mengatakan, Persebaya bukan tim pertama yang ingin mengganti manajer musim ini. Borneo FC dan PSMS Medan bahkan sudah menyampaikan keinginannya untuk mengganti manajer kepada LIB.

“Tapi kami sampaikan, nggak bisa. Silakan kalau mau pecat (manajer), tapi konsekuensinya jabatan manajer kosong,” kata Tigor.

BACA JUGA: Harus Paham Persebaya? Tiga Nama Ini Masuk Kriteria

Nah, jika workshop susulan memang gagal dilakukan, Persebaya jelas bakal tanpa manajer hingga akhir musim. Padahal, Persebaya tengah berupaya bangkit usai kalah 3-2 dari Barito Putera (12/8). “Kami berharap (PT LIB) ada solusi lain,” tegas Ram.

“Kalau misal ada kejadian manajer sakit atau meninggal, kan susah juga,” tambahnya. Karena itu, dia berharap hal ini bisa menjadi pembelajaran ke depan.

Jika memang posisi manajer lowong hingga akhir musim, ada solusi lain. Sesuai regulasi, sebenarnya manajer bersama pelatih kepala dan dokter tim wajib duduk di bench selama pertandingan. Namun, jika manajer berhalangan hadir, posisinya bisa digantikan oleh asisten manajer.

“Baik manajer dan asisten manajer itu kan sudah melakukan sertifikasi. Mereka dapat porsi yang sama,” kata Tigor. Saat ini, posisi assten manajer Persebaya dijabat oleh Budi Dharma Wibawa.

Budhi memang sudah mendampingi tim di bench kala dalam laga kontra Persela Lamongan (5/8) dan Barito Putera. (gus)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mengintip Aktivitas Pemain Persebaya saat Libur Seminggu


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler