Rekomendasi Pemerintah untuk Cegah Penularan Covid-19 di PON XX

Sabtu, 25 September 2021 – 13:23 WIB
Logo PON XX Papua 2021. Foto: ANTARA/HO-PB PON XX Papua

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah sudah membuat rekomendasi Protokol Kesehatan untnuk Pencegahan Penularan Covid-19 menyambut pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua yang berlangsung pada 2-15 Oktober 2021.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny Harry Harmadi menyebut rekomendasi dibuat semata agar pelaksanaan PON XX tidak menghadirkan klaster penularan virus SARS-Cov-2.

BACA JUGA: Sambut PON XX, Kodam XVII/Cenderawasih Gelar Doa Bersama

"Jadi, yang penting jangan sampai terjadi penularan Covid-19, karena kita masih dalam masa pandemi dan ada risiko dari penularan yang tinggi," kata Sonny dalam diskusi virtual yang disiarkan BNPB Indonesia di YouTube, Sabtu (25/9).

Dia menyebut rekomendasi yang diterbitkan pemerintah mengatur tentang kapasitas penonton yang bisa hadir saat pembukaan atau penutupan PON XX dan ketika pertandingan berlangsung.

BACA JUGA: Danrem Merauke Siapkan Kendaraan Taktis Demi Amankan PON XX

"Hanya 25 persen dari kapasitas bisa digunakan untuk acara yang bisavdiisi penonton. Itu berlaku di pembukaan, penutupan, atau pada saat acara pertandingan," kata Sonny.

Rekomendasi lain, kata dia, mengatur juga tentang penerapan protokol kesehatan (prokes) saat pelaksanaan PON XX.

BACA JUGA: Satgas Covid-19 Rekomendasikan PeduliLindungi di PON Papua

Misalnya, semua pihak yang terlibat dalam pesta olahraga multicabang itu didorong untuk menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Selain itu, kata dia, rekomendasi lain mengatur tentang kewajiban para penonton di PON XX telah menjalani vaksin dosis dua kali.

Nantinya, penonton bisa menunjukkan hal itu dengan menunjukkan sertifikat di aplikasi PeduliLindungi.

Oleh karena itu, kata Sonny, penonton bisa mengunduh aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki area pertandingan di PON XX.

"Nah, penonton yang masuk venue akan ada scan QR code. Kalau belum ada harus di-instal dahulu," ujar dia.(ast/jpnn)


Redaktur : Friederich
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler